Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Crypto News - Diposting pada 11 February 2025 Waktu baca 5 menit
Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) kembali menunda keputusan terkait persetujuan perdagangan opsi untuk ETF Ethereum (ETH). Dalam pengumuman yang dirilis pada 7 Februari, SEC memutuskan untuk memperpanjang periode peninjauan hingga 9 April 2024, dengan alasan masih membutuhkan waktu lebih untuk mengevaluasi dampak pasar.
Penundaan ini berdampak pada sejumlah proposal ETF Ethereum, termasuk Bitwise ETHW, Grayscale ETHE, Ethereum Mini Trust, dan BlackRock ETHA. Ini menjadi penundaan ketiga kalinya setelah sebelumnya terjadi pada September dan November 2024. SEC juga membuka periode komentar publik selama 21 hari, memberi kesempatan kepada pelaku pasar untuk mengajukan argumen terkait perdagangan opsi pada ETF Ethereum. Namun, meskipun SEC memberikan persetujuan, keputusan tersebut belum cukup, karena Options Clearing Corporation (OCC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) juga perlu memberikan persetujuan sebelum perdagangan opsi dimulai.
Opsi pada ETF Ethereum sangat dinantikan karena opsi adalah kontrak derivatif yang memungkinkan pembeli dan penjual menetapkan harga beli atau jual aset pada waktu tertentu di masa depan. Seperti kontrak berjangka, opsi sering digunakan oleh investor institusional untuk lindung nilai dan manajemen risiko. Analis senior ETF Bloomberg, Eric Balchunas, menyatakan bahwa opsi sering menarik likuiditas besar dan investor institusional, yang disebutnya sebagai “big fish” di pasar.
Keberhasilan perdagangan opsi pada ETF Bitcoin (BTC) menjadi indikator penting. Saat pertama kali diluncurkan, volume perdagangan opsi ETF Bitcoin BlackRock mencapai $1,6 miliar dalam setengah hari pertama, menunjukkan minat besar dari investor besar. Namun, regulasi ketat menjadi hambatan. Saat ini, batas posisi maksimum untuk kontrak opsi ETF Bitcoin hanya 25.000, jauh lebih rendah dari angka yang dianggap wajar oleh industri, yaitu sekitar 400.000 kontrak. Nasdaq bahkan mengajukan proposal untuk menaikkan batasan ini menjadi 250.000 kontrak, meskipun masih lebih rendah dari angka ideal menurut Jeffrey Park, kepala strategi alpha di Bitwise.
Jika opsi ETF Ethereum disetujui, kemungkinan akan menghadapi batasan serupa, yang bisa membatasi partisipasi pasar dibandingkan dengan ekspektasi pelaku industri. Penundaan ini juga menunjukkan sikap hati-hati SEC terhadap regulasi aset digital, meskipun pasar semakin matang dan ada peningkatan adopsi oleh institusi besar.
Keputusan SEC untuk memperpanjang waktu peninjauan dapat dipandang sebagai kesempatan terakhir bagi pasar untuk memberikan argumen terkait pentingnya opsi dalam meningkatkan efisiensi ETF Ethereum. Jika SEC terus menunda atau bahkan menolak, hal ini bisa memperlambat perkembangan produk keuangan berbasis kripto di AS dan memperlebar kesenjangan dengan wilayah yang lebih progresif seperti Eropa dan Asia. Keputusan akhir akan menjadi sangat krusial, tidak hanya bagi Ethereum, tetapi juga bagi masa depan regulasi kripto dalam pasar keuangan tradisional.
Sumber: news.nanovest.io
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.