Saham News
JCI Opens 0.66% Higher at 6,381 as ANTM, MEDC, and WIFI Shares Rally
/index.php
Crypto News - Posted on 18 November 2021 Reading time 5 minutes
Blockchain dan komputasi kuantum adalah dua tren utama yang bergerak maju dengan cepat dalam teknologi saat ini. Keduanya menawarkan potensi kemajuan besar, namun dibalik hal tersebut ada konflik yang terjadi diantaranya dan secara serius dan dapat saling melemahkan.
Dalam teknologi Blockchain banyak yang merasa bahwa ini akan membuat data yang sangat penting mudah untuk diakses dengan kemampuan kecepatan dan kemampuan menyelesaikan masalah keamanan serta kualitas data dalam jaringan blockchain yang sangat handal.
Beda hal dengan teknologi komputasi kuantum yang menawarkan kemungkinan membuat beberapa jenis urutan perhitungan menjadi lebih cepat, terutama pekerjaan komputasi yang melibatkan opsi dalam pemilihan alternatif penyelesaiannya. Salah satu aplikasi yang jelas dari komputasi kuantum dan mungkin akan meruntuhkan pamor dari teknologi blockchain adalah kemampuan pemecahan enkripsi.
Menurut sebuah artikel Nicole Kobie di Wired, “Dr. Michele Mosca, Wakil Direktur Institute for Quantum Computing di University of Waterloo, Ontario, memperkirakan dalam beberapa tahun ke depan bahwa 1 dalam 7 peluang dimana public key dalam fundamental kripto yang berjalan di atas teknologi blockchain akan dapat dipecahkan oleh komputasi kuantum pada tahun 2026 yang akan datang, kemudian 1 dalam 2 peluang yang sama diperkirakan dapat dipecahkan oleh komputasi kuantum pada tahun 2031.”
Berita lain bahwa dua tim ilmuwan China dari Universitas Sains dan Teknologi China di Hefei telah mencapai keunggulan kuantum adalah mungkin merupakan sinyal bahwa kita telah benar-benar memasuki era baru komputasi kuantum. Dimana prosesor Kuantum 54-Qubit Google, Sycamore, menjadi contoh pertama yang dikenal luas dari komputasi kuantum tahap awal.
Tak mau kalah dengan kemajuan teknologi blockchain, tren kemajuan komputasi kuantum juga telah banyak dicapai dalam perkembanganya saat ini, bahkan dalam sebuah analisis komputasi kuantum yang dilakukan oleh Deloitte Touche Tohmatsu Limited, atau biasa disebut Deloitte yang merupakan salah satu organisasi akuntansi terbesar di dunia, menemukan fakta bahwa lebih dari 25% dari semua kripto Bitcoin dapat dicuri dalam satu serangan menggunakan metode komputasi kuantum.
Nah Sobat Digivestasi, bagaimana tren ini akan dimainkan? akankah blockchain bertahan dari kedatangan komputasi kuantum? simak kemballi konten-konten update kami selanjutnya ya!
Sumber :
https://www.marklogic.com/blog/will-quantum-computing-destroy-blockchain/
https://cointelegraph.com/news/without-quantum-security-our-blockchain-future-is-uncertain
What do you think about this topic? Tell us what you think. Don't forget to follow Digivestasi's Instagram, TikTok, Youtube accounts to keep you updated with the latest information about economics, finance, digital technology and digital asset investment.
DISCLAIMER
All information contained on our website is summarized from reliable sources and published in good faith and for the purpose of providing general information only. Any action taken by readers on information from this site is their own responsibility.