Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 29 May 2025 Waktu baca 5 menit
Ray Dalio tidak akan melanjutkan perannya sebagai penasihat untuk Dana Kekayaan Negara (Sovereign Wealth Fund/SWF) baru Indonesia yang bernama Danantara, hanya dua bulan setelah keterlibatannya diumumkan secara publik. Informasi ini disampaikan oleh seorang sumber yang mengetahui situasinya, namun meminta untuk tidak disebutkan namanya karena berkaitan dengan hal pribadi.
Pendiri perusahaan investasi Bridgewater Associates itu memutuskan untuk tidak bergabung dalam dewan penasihat Danantara, meskipun SWF tersebut sempat mengumumkan namanya bersama empat tokoh bisnis dan politik lainnya pada bulan Maret. Alasan pengunduran dirinya belum diketahui secara pasti.
Ketidakhadiran Dalio menjadi hambatan terbaru bagi program unggulan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Danantara, SWF baru yang ditugaskan mengelola aset dan dividen perusahaan BUMN senilai miliaran dolar, menghadapi kekhawatiran terkait transparansi dan strategi jangka panjangnya.
Situasi ini turut memicu ketidakstabilan di pasar keuangan Indonesia, mengingat berbagai kebijakan masih dalam tahap perumusan.
Pada bulan Mei, Danantara mengadakan presentasi di Jakarta di hadapan sejumlah eksekutif bisnis asing. Dalam presentasi tersebut, dewan penasihat yang ditampilkan hanya berjumlah empat orang, tanpa mencantumkan Dalio. Anggota dewan yang terdaftar antara lain ekonom Jeffrey Sachs, mantan manajer investasi Chapman Taylor, eks Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, serta Helman Sitohang, mantan kepala Credit Suisse Asia.
Dalio menolak memberikan komentar melalui juru bicaranya. Chapman Taylor telah mencantumkan posisinya di LinkedIn, sementara Sachs menyatakan bahwa ia bergabung secara sukarela tanpa kompensasi dan bersedia memberikan masukan dari perspektif ekonomi. Thaksin dan Sitohang belum memberikan tanggapan.
Kania Sutisnawinata, juru bicara Danantara, menyampaikan lewat email bahwa pihaknya saat ini masih menyusun program dan menyempurnakan rencana bisnis. Namun, ia tidak memberikan pernyataan mengenai status Dalio atau alasan absennya dari presentasi.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan hampir 12% sejak awal tahun 2025 hingga 21 Maret, yaitu hari perdagangan terakhir sebelum Danantara secara resmi mengumumkan tim manajemen dan penasihatnya pada hari Senin berikutnya.
Untuk meredam kritik dan memulihkan kepercayaan pasar, salah satu sumber menyebut bahwa Danantara segera mengumumkan nama-nama tersebut meskipun proses penunjukan belum difinalisasi. Belum ada surat konfirmasi resmi yang dikirimkan kepada Dalio maupun penasihat lainnya setelah penawaran awal secara lisan.
Pada tanggal 24 Maret, IHSG sempat turun hingga 5%, yang merupakan penurunan intraday terbesar sejak 2020. Namun, setelah pengumuman resmi dewan penasihat dan tim manajemen, indeks menutup hari dengan hanya turun 1,6%.
Di hari yang sama, Danantara juga menyebut bahwa Yup Kim, kepala investasi dari Texas Municipal Retirement System senilai US$44 miliar, akan menjadi bagian dari komite investasi dan manajemen portofolio. Namun, Kim mengungkapkan melalui email kepada Bloomberg bahwa ia belum secara resmi menerima posisi tersebut.
Investasi Asing
Pada bulan Maret, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa SWF ini mengelola aset senilai US$900 miliar, menurut perhitungan internal, dan diperkirakan akan memperoleh dividen sebesar US$20 miliar dalam 12 bulan ke depan yang perlu diinvestasikan kembali.
Dalam jangka panjang, para petinggi Danantara berharap dapat menarik investor asing untuk ikut serta dalam bentuk investasi bersama.
Danantara sendiri telah menarik sejumlah kesepakatan akhir-akhir ini. Pada bulan lalu, Danantara dan pemerintah Qatar sepakat membentuk dana investasi bersama hingga US$4 miliar untuk proyek-proyek di Indonesia. Ini menjadi kerja sama internasional pertama Danantara.
Pada hari Minggu, Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo di Jakarta untuk membahas kerja sama di berbagai sektor. Dana Investasi Tiongkok senilai US$1,3 triliun dan Danantara menandatangani kesepakatan investasi, menurut keterangan dari Sekretariat Kepresidenan Indonesia, meski tidak dirinci lebih lanjut.
Sumber: bloombergtechnoz.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.