Jumlah Pengangguran Mencapai 7,86 Juta Orang, Apindo Soroti Penurunan Penyerapan Tenaga Kerja di Sektor Manufaktur

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 09 November 2023 Waktu baca 5 menit

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,86 juta orang per Agustus 2023. Angka ini mengalami penurunan sebanyak 560 ribu orang dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Amalia Adaninggar Widyasanti, Pelaksana Tugas Kepala BPS, menyatakan bahwa meskipun terdapat penurunan jika dibandingkan dengan Agustus tahun lalu, persentase dan jumlah pengangguran per Agustus 2023 masih relatif tinggi dibandingkan sebelum pandemi.

 

Widyasanti menjelaskan bahwa dengan jumlah angkatan kerja mencapai 147,71 juta orang, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) mencapai 69,48 persen. Proporsi pekerja formal meningkat karena adanya peningkatan proporsi penduduk yang bekerja sebagai buruh/karyawan/pegawai. Meskipun pekerja penuh waktu juga mengalami peningkatan, namun masih lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi.

 

Shinta Widjaja Kamdani, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), menyoroti tingginya tingkat pengangguran karena penyerapan tenaga kerja menurun drastis dalam sembilan tahun terakhir, terutama pada sektor manufaktur.

 

"Penyerapan tenaga kerja tinggal seperlimanya untuk setiap nilai investasi (dibanding pada sembilan tahun lalu) karena investasi cenderung ke padat modal," ujarnya kepada Tempo, Rabu, 8 November 2023.

 

Menurut Kamdani, investasi padat modal lebih memprioritaskan penggunaan mesin dan teknologi untuk meningkatkan kegiatan produksi yang lebih cepat, efektif, dan efisien. Akibatnya, angkatan kerja yang ada tidak banyak terserap karena kebutuhan terbatas. Proporsi penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur terus menurun hingga mencapai 44 persen.

 

Sementara itu, kontribusi sektor manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga mengalami penurunan, menandakan peralihan menuju sektor jasa. Namun, sektor jasa yang tumbuh cenderung berkualitas rendah. Apindo memproyeksikan penciptaan lapangan kerja baru ke depan dapat mencapai 2 juta pekerjaan per tahun yang mencakup skala industri ataupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

 

Direktur Institute for Demographic and Poverty Studies (Ideas), Yusuf Wibisono, menyebutkan bahwa tingkat pengangguran yang diumumkan oleh BPS masih lebih tinggi dari target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

 

Dalam RPJMN, target pengangguran pada 2024 diperkirakan mencapai 3,6-4,3 persen. Menurut Yusuf, akan sulit bagi pemerintahan Jokowi untuk menurunkan tingkat pengangguran dari 5,32 persen menuju target tersebut dalam sisa waktu setahun.

 

Yang tak kalah penting adalah masalah setengah menganggur atau mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal. Kelompok ini adalah angkatan kerja yang bekerja seadanya di sektor informal. "Mereka bekerja serabutan. Melakukan pekerjaan apa pun demi bertahan hidup," ujarnya. Kategori setengah menganggur pada Agustus 2023 mencapai 6,68 persen, naik dari 6,32 persen pada Agustus 2022.

 

Febrio Kacaribu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, menyatakan secara umum kondisi ketenagakerjaan di Indonesia membaik seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga.

 

“Pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga turut mendorong perbaikan kondisi ketenagakerjaan Indonesia, tercermin pada Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang konsisten menurun hingga mencapai level 5,32 persen pada Agustus 2023, dari 5,86 persen pada Agustus 2022,” kata Febrio.

 

Febrio mengklaim bahwa pertumbuhan ekonomi berhasil menciptakan tambahan lapangan kerja sebanyak 4,55 juta orang dalam kurun waktu Agustus 2022 hingga Agustus 2023. Perbaikan ekonomi juga diikuti dengan peningkatan proporsi tenaga kerja formal menjadi 40,89 persen dari sebelumnya 40,69 persen per Agustus 2022.

 

Hal ini terlihat dari kenaikan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) menjadi 69,48 persen dibandingkan TPAK Agustus 2022 yang sebesar 68,63 persen. Angka TPAK tersebut merupakan level tertinggi sejak tahun 1986. “TPAK pada perempuan tercatat terus meningkat lebih tinggi dibanding laki-laki, menandakan perbaikan peningkatan kesempatan kerja pada perempuan,” ujar Febrio.

 

Pada sisi sektoral, penciptaan lapangan kerja terjadi di hampir seluruh sektor. Lapangan usaha pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan masih menjadi sektor tertinggi dengan jumlah tenaga kerja terbanyak yang mencapai total pekerja sebanyak 61,03 persen.

 

Sementara itu, sektor akomodasi dan makan minum mengalami peningkatan pekerja tertinggi sebanyak 1,18 juta orang, diikuti sektor konstruksi sebesar 0,77 juta orang, dan sektor pertanian sebesar 0,75 juta orang. Perbaikan kondisi ketenagakerjaan juga diikuti dengan kenaikan rata-rata upah per bulan secara umum.

 

BPS sebelumnya melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka 4,94 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal III-2023. Pada periode itu, Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Berlaku tercatat sebesar Rp 5.296,0 triliun, sedangkan PDB Atas Dasar Harga Konstan mencapai Rp 3.124,9 triliun.

Sumber: tempo.co

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.