Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 23 March 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Pada tahun 2025, Indonesia akan memiliki kilang minyak terbesar dengan kapasitas produksi 360.000 barel per hari (bph). Kilang tersebut merupakan mega proyek Balikpapan Refinery Development Master Plan (RDMP) milik PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) selaku Perusahaan Induk Pengilangan dan Petrokimia (Persero). Saat ini, Kilang Internasional Pertamina sedang meningkatkan kapasitas pengilangan atau upgrade kilang minyak mentah distilasi unit (CDU) dari kapasitas sebelumnya 260.000 barel per hari (bpd) menjadi 360.000 barel per hari.
Taufiq Adityawarman, Presiden dan Direktur PT Kiran Pertamina International (KPI), menjelaskan hal ini tidak hanya akan meningkatkan kapasitas kilang tetapi juga meningkatkan kualitas bahan bakar yang memenuhi standar Euro 5. Standar Euro 5 mengurangi kandungan sulfur sebesar 99% dari semula 2.500 ppm menjadi 10 ppm. “Kalau begitu, akhir tahun 2025. Saat itu produk kilang Balikpapan sudah memenuhi kualitas Euro 5, artinya sulfur 10 ppm,” kata Tawfik, Kamis (Maret 2024). Program Pojok Energi pada tanggal 21 Mei.
Tahun ini, Taufik menargetkan dua pencapaian penting. Milestone menuju penyelesaian Mega Proyek RDMP Balikpapan. Dua pencapaian tersebut meliputi perluasan kapasitas kilang dan restrukturisasi CDU. “Insya Allah akhir April sudah siap, jadi Mei bisa tambahan produksi,” kata Taufik. Milestone berikutnya adalah pembangunan pabrik RFCC (Residual Fluid Catalytic Cracking) di kilang Balikpapan untuk meningkatkan profitabilitas kilang dengan mengolah residu menjadi produk bernilai tinggi. Proyek ini diharapkan dapat beroperasi pada akhir tahun ini.
Artinya menjalankan kembali semua proses baik itu bensin maupun solar, liquefied petroleum gas, dan polipropilen. Jadi ini merupakan tonggak sejarah kedua, katanya.Perlu diketahui, proyek RDMP Balikpapan merupakan proyek perluasan dari kilang Balikpapan yang saat ini sudah beroperasi. Sementara itu, RDMP Balikpapan akan menjadi kilang terbesar di Tanah Air setelah selesai dibangun. Pasalnya, kapasitas produksi Kilang Balikpapan akan melebihi kapasitas Kilang Cilacap yang saat ini merupakan kilang terbesar.
Kilang Chilacap saat ini memproses 345.000 barel minyak per hari (bph). Sedangkan Kilang Balikpapan mampu mengolah 360.000 barel minyak mentah per hari. Dari kapasitas pengolahan minyak mentahnya, kilang tersebut akan memproduksi 319.000 barel per hari bahan bakar, produk LPG, dan petrokimia seperti propilena, bahan baku plastik.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.