Investor Wajib Tahu! Ini Risiko Investasi yang Sering Diabaikan Tapi Bisa Ganggu Cuan

Edukasi - Diposting pada 29 May 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi

Investasi merupakan salah satu sarana untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang serta memperoleh imbal hasil. Namun demikian, penting untuk diingat bahwa setiap jenis investasi memiliki tingkat risiko dan karakteristik unik yang perlu diperhitungkan sebelum Anda merancang portofolio investasi Anda.

 

Secara umum, performa instrumen investasi sangat dipengaruhi oleh perubahan kondisi ekonomi, baik global maupun domestik. Hal ini dikarenakan situasi ekonomi dapat berubah sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi.

 

"Jika Anda sudah mulai berinvestasi, maka kondisi global akan sangat mempengaruhi hasil yang Anda dapatkan, atau bahkan mempengaruhi keputusan Anda untuk terjun ke dunia investasi.

 

Ketika ekonomi sedang baik, saham-saham akan naik, nilai tukar rupiah akan menguat, dan ekonomi Indonesia akan menunjukkan kinerja positif, sehingga hampir semua pilihan investasi kemungkinan besar akan memberikan hasil yang baik," ujar Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, dalam acara Kelas Cuan Goes To Campus bertajuk "Berburu Cuan Ala Gen-Z" di Universitas Airlangga, dikutip Selasa (27/5/2025).

 

Namun, lanjutnya, situasi akan berbeda jika perekonomian sedang mengalami tekanan. Contohnya, apabila terjadi kecenderungan kenaikan suku bunga oleh bank sentral global, maka Bank Indonesia pun kemungkinan besar akan mengikuti. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi dapat mengalami perlambatan.

 

Oleh karena itu, saat dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi, disarankan untuk mempertimbangkan instrumen investasi yang lebih aman. Hal ini penting karena gejolak global akan berdampak langsung pada ekonomi nasional serta menentukan langkah investasi yang paling bijak.

 

“Jika terjadi gejolak ekonomi yang sangat serius dan Anda mengetahuinya lebih dulu, itu akan menjadi keuntungan. Anda bisa segera keluar dari investasi saham atau instrumen berisiko lainnya, dan mengalihkan dana ke instrumen yang lebih aman seperti deposito di bank, yang prosesnya lebih mudah dan dijamin oleh LPS,” imbuhnya.

 

Ia pun menyarankan agar investor mempertimbangkan untuk keluar sementara dari pasar saham dan memilih instrumen seperti deposito bank. Sebagai informasi, simpanan dalam bentuk deposito dijamin oleh LPS hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank.

 

Selanjutnya, apabila kondisi ekonomi dalam keadaan stabil dan situasi global cenderung mendukung, maka investor dapat mulai melirik kembali instrumen dengan risiko lebih tinggi. Instrumen tersebut menawarkan prospek pertumbuhan yang menarik serta potensi keuntungan yang lebih besar.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.