Mengungkap Ancaman Terbesar Bagi Keamanan Global: Potensi Bahaya Perang Dunia III setelah Serangan Bombardir Yaman

Berita Terkini - Diposting pada 13 January 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI - Pasukan Amerika Serikat (AS) dan Inggris  resmi melancarkan operasi militer di Timur Tengah pada Jumat, 12 Januari 2024, setelah puluhan kali melakukan pengeboman di sejumlah wilayah Yaman. Koalisi militer antara Amerika Serikat dan Inggris melancarkan 23 serangan di  Al Hudaya (Hodeidah). , Saada dan Sana Elia `a. Departemen Pertahanan AS mengonfirmasi adanya serangan yang menargetkan fasilitas milik milisi Houthi (Ansar Allah) yang berbasis di Yaman. 

 

Terdapat empat serangan terhadap Bandara Internasional Sana'a, delapan serangan terhadap Bandara Internasional Al Hudaya, dan tiga serangan terhadap kamp militer Saada. 

 

Belakangan, pasukan Amerika dan Inggris juga mengebom kamp Brigade Mekanik ke-22 di al-Jand Taiz dan bandara di al-Khoban. Tindakan militer AS  dan Inggris tersebut sesuai dengan resolusi PBB untuk menghentikan serangan di kawasan Laut Merah. 

 

Milisi Houthi diketahui kerap menyerang kapal komersial, termasuk kapal perang AS, yang berlayar melalui Laut Merah. 

 

Penyerangan tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas milisi Houthi terhadap invasi militer  Palestina ke Gaza yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023. 

 

Presiden AS Joe Biden mengakui bahwa puluhan serangan rudal Tomahawk di Yaman merupakan perintah langsung Biden. Biden telah berjanji untuk mengakhiri ancaman Houthi di Laut Merah. “Hari ini, atas arahan saya, pasukan  AS, bekerja sama dengan Inggris dan dengan dukungan dari Australia, Bahrain, Kanada, dan Belanda, berhasil melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Yaman,” kata Biden. 

 

“[Sasaran di Yaman] digunakan oleh pemberontak Houthi untuk mengancam kebebasan navigasi di salah satu jalur perairan terpenting di dunia.” 

 

Biden juga mengakui tindakan militernya merupakan respons atas tindakan milisi Houthi yang  menyerang kapal perang AS dan kapal kargo internasional. 

 

“Serangan-serangan ini merupakan respons langsung terhadap serangan Houthi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pelayaran internasional di Laut Merah,” kata Biden. “[Serangan ini] adalah pertama kalinya dalam sejarah penggunaan rudal balistik antikapal,” lanjutnya. 

 

Jika perang pecah di Yaman, risiko terjadinya Perang Dunia III meningkat. Meski perang Rusia-Ukraina masih belum usai, namun militer Israel semakin agresif melancarkan serangannya ke Gaza.

Sumber: viva.co.id

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.