Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Saham News - Diposting pada 13 August 2025 Waktu baca 5 menit
Arus dana asing mengalir deras dan turut mendorong kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin, Selasa (12/8/2025).
IHSG ditutup menguat 2,44% ke level 7.791,7 pada sesi II. Sepanjang perdagangan dari pagi hingga sore, indeks bergerak dalam kisaran 7.646,91 hingga 7.800,83.
Tercatat 406 saham mengalami kenaikan, 264 saham melemah, dan 286 saham stagnan. Nilai total transaksi mencapai Rp 19,3 triliun, dengan volume 29,13 miliar saham yang diperdagangkan dalam 2,21 juta kali transaksi.
Mengacu pada data Refinitiv, sektor teknologi menjadi yang paling mencatat kenaikan signifikan, yakni sebesar 7,08%. Sektor utilitas berada di posisi kedua dengan kenaikan 3,64%, diikuti sektor keuangan yang naik 3,54%.
Data pasar menunjukkan bahwa net foreign buy mencapai Rp 2,21 triliun pada perdagangan kemarin. Dengan demikian, dalam dua hari perdagangan pekan ini, total pembelian bersih investor asing telah menyentuh Rp 3,06 triliun. Sementara itu, sepanjang tahun berjalan, investor asing membukukan net buy sebesar Rp 58,87 triliun.
Tiga saham BUMN menjadi target utama investor asing pada perdagangan kemarin, yaitu BBRI dengan net buy Rp 718,2 miliar, BMRI Rp 511,5 miliar, dan TLKM Rp 343,9 miliar.
Arus dana asing ini juga mengangkat harga ketiga saham tersebut: BBRI melonjak 6,30% ke Rp 4.050, BMRI menguat 4,03% ke Rp 4.910, dan TLKM naik 6,35% ke Rp 3.180.
Selain BUMN, saham-saham di sektor energi dan pertambangan juga menjadi incaran investor asing pada hari kedua perdagangan pekan ini. RAJA mencatat net buy Rp 130,5 miliar, AMMN Rp 111,1 miliar, BRPT Rp 53,7 miliar, BREN Rp 31,2 miliar, dan ADRO Rp 30 miliar.
Berikut daftar 10 saham dengan nilai net buy asing terbesar pada perdagangan kemarin:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) – Rp 718,2 miliar
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp 576,1 miliar
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) – Rp 511,5 miliar
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) – Rp 343,9 miliar
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) – Rp 130,5 miliar
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) – Rp 111,1 miliar
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) – Rp 53,7 miliar
PT Astra International Tbk (ASII) – Rp 33,3 miliar
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) – Rp 31,2 miliar
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) – Rp 30 miliar
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.