Investasi Asing di IKN Nihil, Basuki Ungkap Permintaan Keuntungan Investor

Saham News - Diposting pada 24 June 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI -  Basuki Hadimuljono Ungkap Tantangan Investasi Asing di Ibu Kota Nusantara. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, mengungkapkan bahwa investasi asing di IKN hingga saat ini masih nihil. Padahal, OIKN menargetkan total investasi mencapai Rp100 triliun pada tahun ini. Basuki berkomitmen mempercepat minat investor asing yang telah menyampaikan surat minat investasi atau letter of intent (LoI) untuk dapat memulai groundbreaking pada Juli 2024.

 

"Selama saya menjabat sebagai Plt Kepala OIKN, belum ada yang terealisasi. Mudah-mudahan bisa segera karena Pak Presiden meminta agar groundbreaking bisa dilakukan pada Juli 2024," tuturnya saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jumat (23/6/2024).

 

Lebih lanjut, Basuki mengungkap bahwa calon investor umumnya membidik pengembalian investasi atau Internal Rate of Return (IRR) di atas 12%. Kajian tengah dilakukan karena jika IRR di bawah 11%, pemerintah biasanya memberikan dukungan konstruksi (dukon) agar proyek investasi lebih menarik bagi investor.

 

"Sampai sekarang, ada beberapa surat yang baru menunjukkan minat saja. Saat ini, Pak Agung (Deputi Pendanaan dan Investasi OIKN) sedang membahas detailnya. Kalau IRR di atas 12%, pasti menarik, baik bagi investor asing maupun nasional," imbuhnya.

 

Menurut catatan Bisnis.com, sejumlah investor asing telah menyampaikan minat berinvestasi di IKN, terutama di sektor hunian. Setidaknya ada tiga calon investor asing yang berkomitmen membangun 90 rumah susun (rusun) di IKN dalam waktu dekat. Mereka adalah Citic Construction dari China dan dua perusahaan properti dari Malaysia, yakni Maxim dan IJM.

 

Citic Construction, yang tergabung dalam Konsorsium Nusantara bersama PT Risjadson Brunsfield Nusantara, akan membangun 60 tower rusun untuk Kementerian Pertahanan dan Keamanan dengan nilai investasi sebesar Rp30,8 triliun. Sementara itu, IJM Corporation Berhad dan Maxim Properties akan membangun masing-masing 20 dan 10 tower hunian untuk ASN di IKN.

 

Namun, minat investasi asing melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) untuk sektor hunian di IKN masih terganjal masalah biaya. Basuki menyebut biaya pengembalian investasi tersebut masih terlalu mahal. "KPBU rusun ASN di IKN itu mahal, cost of money-nya bisa 2-3 kali lipat dari total nilai investasi," ujarnya saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (20/6/2024).

 

Basuki juga menambahkan bahwa biaya pengembalian investasi untuk sektor hunian dinilai lebih mahal dibandingkan dengan bunga kredit sindikasi perbankan. "Jadi masih kita hitung betul, mendingan loan karena bunganya masih kecil," pungkasnya.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: bisnis.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.