Saham News
JCI Opens 0.66% Higher at 6,381 as ANTM, MEDC, and WIFI Shares Rally
/index.php
Teknologi Terkini - Posted on 27 November 2021 Reading time 5 minutes
Sebuah laporan baru dari keamanan siber Google telah mengungkapkan bahwa 86% akun Google Cloud yang diretas digunakan untuk aktifitas penambangan kripto ilegal.
Laporan yang disebut dengan Threat Horizons menunjukkan bahwa 86% dari akun yang diretas digunakan untuk penambangan kripto.
Google juga menambahkan bahwa hampir 10% dari akun yang disusupi digunakan untuk melakukan pemindaian sumber daya internet lainnya yang tersedia untuk mengidentifikasi sistem yang rentan. Di hasil lainnya, 8% dari akun yang diretas dimanfaatkan untuk menyerang target lain.
Penyalahgunaan akun Google Cloud yang disusupi.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa sebagian besar serangan dapat terjadi dan berhasil disebabkan oleh kata sandi yang buruk yang dibuat pengguna dan kurangnya implementasi pemberdayaan kontrol dasar keamanan.
Google juga menambahkan bahwa platform cloud mereka juga tidak henti-hentinya mengkampanyekan mengenai bahaya phishing dan ransomware.
“Penyerang juga terus mengeksploitasi Instance Cloud yang dikonfigurasi dengan buruk untuk mendapatkan keuntungan melalui penambangan kripto dan aktifitas pump. Dunia ransomware juga terus berkembang dengan ditemukannya beberapa ransomware baru yang tampaknya merupakan cabang dari malware yang ada dengan berbagai kemampuan,” kata Google.
[ www.finbold.com ]
What do you think about this topic? Tell us what you think. Don't forget to follow Digivestasi's Instagram, TikTok, Youtube accounts to keep you updated with the latest information about economics, finance, digital technology and digital asset investment.
DISCLAIMER
All information contained on our website is summarized from reliable sources and published in good faith and for the purpose of providing general information only. Any action taken by readers on information from this site is their own responsibility.