5 Penyebab Pasar Kripto Anjlok! Apakah Profit Taking Bitcoin Sudah Dimulai?

Crypto News - Diposting pada 30 January 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi

DIGIVESTASI - Pasar Kripto Tertekan, Ini Lima Faktor Penyebabnya, Pasar kripto kembali mengalami tekanan hebat, mencerminkan volatilitas tinggi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari tren historis hingga kebijakan makroekonomi. Salah satu pemicu utama adalah aksi profit-taking pada Bitcoin.

 

Saat artikel ini ditulis pada Selasa (28/01/2025) dini hari, harga Bitcoin berada di kisaran US$99.800 setelah sempat turun ke level terendah US$97.732 pada Senin (27/01/2025) petang, melewati batas psikologis US$100 ribu. Dalam sepekan terakhir, Bitcoin telah melemah lebih dari 5 persen, diikuti oleh penurunan pada aset kripto lainnya. Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto anjlok lebih dari 5,38 persen dalam sehari terakhir, mencapai kisaran US$3,41 triliun.

 

Sebelumnya, Arthur Hayes memperingatkan bahwa tekanan jual tidak dapat dihindari dan Bitcoin berpotensi turun hingga US$75.000–70.000 per BTC. Meski demikian, ia tetap optimistis bahwa Bitcoin dapat mencapai rekor tertinggi baru sebesar US$250.000 pada akhir 2025.

 

1. Aksi Profit-Taking Pasca Bitcoin Halving

Penurunan harga Bitcoin dalam sepekan terakhir dikaitkan dengan aksi profit-taking yang sering terjadi setelah peristiwa Bitcoin Halving. Indikator Bitcoin Halving Cycle Profit yang dikembangkan oleh Kevin Svenson menunjukkan pola waktu yang konsisten setelah setiap halving, memberikan sinyal eksplisit untuk strategi profit-taking dan Dollar-Cost Averaging (DCA).

 

Bitcoin Halving terakhir terjadi pada 19 April 2024, dan berdasarkan indikator tersebut, aksi profit-taking optimal biasanya dimulai 40 minggu setelahnya, yaitu pada 24 Januari 2025. Pada periode ini, tekanan jual meningkat karena harga Bitcoin umumnya mencapai titik optimal dalam siklus pasca-halving.

 

Selanjutnya, fase terakhir untuk aksi profit-taking terjadi 80 minggu setelah halving, yakni pada 11 Oktober 2025. Periode ini menandai batas akhir bagi investor untuk memaksimalkan keuntungan sebelum pasar memasuki fase bearish yang lebih dalam. Berdasarkan data historis, pasar kripto cenderung mengalami penurunan signifikan setelah periode ini, karena banyak investor mulai melakukan aksi jual besar-besaran.

 

2. Kebijakan Moneter Ketat dari The Fed

Sentimen negatif di pasar kripto juga diperburuk oleh kebijakan moneter Federal Reserve. Bank sentral AS diperkirakan hanya akan memangkas suku bunga dua kali pada 2025, jauh lebih sedikit dibandingkan 2024. Kebijakan ini mengurangi likuiditas yang mengalir ke pasar aset berisiko, termasuk kripto.

 

Dengan suku bunga yang tetap tinggi, daya tarik aset spekulatif seperti Bitcoin dan altcoin berkurang, memperbesar tekanan pada pasar kripto. Terlebih lagi, tren pelemahan ini bertepatan dengan periode pasca-halving, di mana pasar memang cenderung lebih lemah.

 

3. Ketidakpastian Regulasi dari Gedung Putih

Dari sisi regulasi, kebijakan pemerintah AS terhadap aset kripto masih belum jelas. Wacana untuk menjadikan Bitcoin sebagai aset cadangan strategis nasional memang sempat mencuat, tetapi hingga kini belum menjadi prioritas utama.

 

Sebaliknya, pemerintah lebih fokus untuk memperjelas definisi dan klasifikasi aset kripto dalam sistem keuangan. Ketidakpastian ini menciptakan tekanan tambahan di pasar, karena investor cenderung bersikap hati-hati sambil menunggu kejelasan regulasi. Sejarah menunjukkan bahwa pasar kripto sering mengalami pelemahan akibat ketidakpastian kebijakan seperti ini.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: blockchainmedia.id

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.