Jepang Jadi Contoh Sukses MBG RI, Terapkan Skema Program School Meal Terintegrasi

Berita Terkini - Diposting pada 19 February 2026 Waktu baca 5 menit

Pemerintah Indonesia dan Jepang meningkatkan kerja sama dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan berbagi pengalaman Jepang dalam pengelolaan program makan sekolah. Kolaborasi ini diwujudkan melalui seminar nasional yang diselenggarakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) di Jakarta.

 

Seminar bertema Penguatan Keamanan Pangan dan Edukasi Gizi (Shokuiku) dalam Implementasi Program MBG tersebut diikuti lebih dari 8.000 peserta secara langsung maupun daring. Peserta terdiri atas kepala dan ahli gizi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), perwakilan dinas kesehatan, serta Balai Penjamin Mutu Pendidikan dari berbagai wilayah di Indonesia.

 

Chief Representative JICA Indonesia, Takeda Sachiko, menjelaskan bahwa program makan sekolah di Jepang merupakan bagian terpadu dari sistem pendidikan yang dikelola secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penguatan kapasitas.

 

Ia menyatakan bahwa program makan sekolah di Jepang diposisikan sebagai komponen integral pendidikan yang mencakup pengelolaan dan operasional secara komprehensif, mulai dari penyusunan menu, manajemen kebersihan, distribusi makanan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

 

Takeda menegaskan bahwa pengalaman Jepang tersebut tidak dimaksudkan untuk diterapkan secara seragam di Indonesia. Menurutnya, program makan sekolah bukanlah model tunggal yang bisa langsung diadopsi, melainkan inisiatif yang harus dikembangkan dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing negara dan daerah.

 

Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, menyampaikan bahwa keberhasilan program MBG tidak semata-mata ditentukan oleh ketersediaan makanan. Ia menekankan pentingnya sistem tata kelola yang kuat, jaminan keamanan pangan, serta edukasi gizi yang terintegrasi.

 

Kerja sama Indonesia dan Jepang ini diarahkan untuk memperkuat aspek tata kelola, keamanan pangan, dan pendidikan gizi dalam pelaksanaan MBG yang menjadi salah satu program prioritas nasional. Jepang dipilih sebagai mitra karena memiliki pengalaman panjang dalam mengelola program makan sekolah yang terintegrasi dengan sistem pendidikan.

 

Dalam sesi diskusi, para pakar Jepang bersama perwakilan kementerian terkait membahas pengelolaan risiko penyakit bawaan pangan, penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan di sekolah, peran pemerintah daerah, serta penguatan edukasi gizi (Shokuiku) sebagai bagian dari pembentukan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.

 

Melalui kolaborasi ini, kedua negara berharap implementasi MBG dapat semakin kuat secara nasional dan berkelanjutan dalam jangka panjang melalui sinergi lintas sektor.

 

Jepang Salurkan Hibah Rp2 Miliar untuk Sekolah di Indonesia

Pemerintah Jepang menyalurkan bantuan hibah sekitar Rp2 miliar guna mendukung peningkatan fasilitas pendidikan dasar di Indonesia. Dana tersebut diberikan melalui program Bantuan Hibah Grassroots untuk Keamanan Manusia dan direalisasikan dalam dua proyek pembangunan serta renovasi sekolah di Lampung dan Jawa Tengah.

 

Proyek pertama dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Mathlaul Anwar Pulau Bambu, Desa Rawa Selapan, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Serah terima gedung sekolah dan fasilitas pendukung dilakukan pada 7 Januari 2025 dengan nilai hibah sebesar 9.190.508 yen atau setara Rp1,01 miliar.

 

Sekretaris Kedua Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Ohmichi Takuma, turut hadir dalam acara serah terima bersama perwakilan pemerintah daerah dan pengelola yayasan pendidikan setempat.

 

Sebelum proyek dilaksanakan, sekolah tersebut mengalami keterbatasan ruang kelas sehingga sekitar separuh calon siswa harus ditolak setiap tahun. Selain itu, kondisi toilet yang rusak serta perlengkapan kelas yang sudah usang membuat suasana belajar kurang memadai.

 

Melalui hibah ini, dibangun satu gedung baru yang terdiri atas empat ruang kelas, satu gedung toilet dengan empat bilik, serta pengadaan perlengkapan kelas. Dengan fasilitas tersebut, seluruh calon siswa kini dapat diterima dan proses belajar mengajar berlangsung lebih baik.

 

Proyek kedua dilakukan di Pondok Pesantren Pabelan, Desa Pabelan, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Serah terima perbaikan gedung MTs Putra dilaksanakan pada 3 Februari 2025 dengan nilai hibah sebesar 9.116.176 yen atau sekitar Rp1 miliar.

 

Sebelum renovasi, gedung MTs Putra yang berusia sekitar 55 tahun berada dalam kondisi rusak berat dan membahayakan keselamatan. Keterbatasan ruang juga menyebabkan pesantren harus menolak puluhan calon siswa setiap tahun.

 

Melalui proyek ini, gedung diperkuat dan direnovasi serta ditambah satu ruang kelas baru. Hasilnya, sekitar 250 siswa, guru, dan staf kini dapat menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan lebih aman serta memungkinkan pesantren menerima lebih banyak peserta didik.

 

Secara keseluruhan, dua proyek tersebut menyerap dana hibah sekitar Rp2 miliar. Pemerintah Jepang berharap bantuan tingkat akar rumput ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan dasar sekaligus mempererat hubungan kerja sama antara Jepang dan Indonesia.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.