Berita Terkini
Tak Perlu Sarjana! Jadi 'Tukang Parkir' Pesawat, Segini Gaji dan Syaratnya
/index.php
Crypto News - Diposting pada 09 December 2025 Waktu baca 5 menit
Perdagangan Bitcoin terus berkembang dan menjadi salah satu bentuk investasi paling diminati di pasar aset digital. Namun, di tengah pergerakan harga yang cepat dan volatil, banyak trader—baik pemula maupun yang sudah berpengalaman—masih sering melakukan kesalahan yang sama.
Kesalahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kurangnya kemampuan teknis, tetapi juga persoalan disiplin, psikologi, serta cara mengelola risiko. Berikut tujuh kesalahan yang paling umum dilakukan saat trading Bitcoin, beserta cara menghindarinya.
FOMO Ketika Harga Melonjak
Rasa takut tertinggal tren (FOMO) tidak hanya dialami para pemula. Banyak trader berpengalaman pun dapat terbawa suasana pasar dan mengambil posisi tanpa analisis yang matang.
Keputusan emosional biasanya membuat trader membeli di harga puncak dan menjual ketika harga turun tajam. Mengutamakan data dan kedisiplinan jauh lebih efektif daripada mengikuti euforia.
Trading Tanpa Memahami Bitcoin
Keinginan untuk segera mendapatkan keuntungan sering membuat seseorang langsung mulai trading tanpa memahami apa itu Bitcoin dan bagaimana mekanismenya bekerja. Di pasar kripto yang bergerak cepat, kurangnya pemahaman dapat memicu keputusan sembarangan dan kerugian yang tidak perlu.
Sebelum memulai, penting memahami dasar-dasarnya: cara kerja jaringan Bitcoin, pembentukan harga, pola tren, batasan pergerakan harga, dan faktor yang memengaruhi nilai aset. Besarnya modal tidak menghilangkan risiko, dan kerugian tetap mungkin terjadi jika tidak memiliki pengetahuan memadai.
Trading Tanpa Rencana
Tanpa rencana yang jelas, aktivitas trading berubah menjadi sekadar spekulasi. Banyak trader mengabaikan elemen dasar seperti target profit, batas kerugian, dan strategi keluar posisi.
Trading yang baik membutuhkan panduan keputusan yang terstruktur: kapan masuk, kapan keluar, serta seberapa besar risiko yang siap ditanggung. Tanpa rencana, keputusan lebih mudah terpengaruh sentimen pasar.
Tidak Memperhatikan Manajemen Risiko
Manajemen risiko sering dianggap remeh hingga kerugian besar terjadi. Mengalokasikan modal terlalu besar untuk satu posisi, tidak memakai stop loss, atau menggunakan leverage tanpa perhitungan dapat memperparah kerugian.
Sebagai patokan, idealnya setiap posisi hanya berkisar 1–3% dari total modal untuk menjaga risiko tetap terkontrol.
Menyimpan Aset di Exchange Terlalu Lama
Meninggalkan aset kripto di exchange memang mudah, tetapi berpotensi menimbulkan risiko jika dilakukan dalam jangka panjang. Exchange tidak dirancang sebagai tempat penyimpanan utama karena tetap rawan gangguan sistem, peretasan, atau perubahan kebijakan.
Untuk keamanan maksimal, aset sebaiknya dipindahkan ke wallet kripto pribadi dengan fitur keamanan yang kuat.
Terlalu Mengandalkan Sinyal atau Opini Publik
Mengikuti sinyal dari grup, influencer, atau analis tanpa memahami dasar strateginya dapat merugikan. Setiap strategi memiliki asumsi, tingkat risiko, dan tujuan berbeda.
Mengambil keputusan tanpa riset sendiri berpotensi menjerumuskan trader pada posisi yang tidak cocok dengan kondisi pasar maupun tujuan pribadi.
Overtrading Akibat Emosi
Overtrading terjadi ketika trader terlalu sering melakukan transaksi karena takut kehilangan peluang atau ingin cepat menutup kerugian. Aktivitas berlebihan tanpa logika yang jelas cenderung meningkatkan kesalahan.
Pendekatan profesional justru mengandalkan kesabaran, selektivitas, dan evaluasi rutin. Mencatat transaksi dalam jurnal trading membantu menilai strategi secara objektif dan menekan keputusan impulsif.
Trading Bitcoin memerlukan kombinasi strategi, disiplin, dan kesadaran risiko. Menghindari tujuh kesalahan di atas dapat membantu membentuk gaya trading yang lebih stabil dan terarah.
Pada akhirnya, keberhasilan di pasar kripto ditentukan bukan oleh keberuntungan, tetapi oleh pemahaman dan keputusan yang matang.
Sumber: coinvestasi.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.