Apa itu XRP : Pengertian, Sejarah, dan Perbedaannya dengan Ripple

Crypto News - Diposting pada 30 January 2025 Waktu baca 5 menit

XRP: Mata Uang Kripto Asli dari XRP Ledger untuk Revolusi Keuangan Global

XRP merupakan mata uang kripto yang berfungsi sebagai token asli di XRP Ledger, sebuah blockchain open-source yang dikembangkan untuk mempercepat dan mempermudah transfer keuangan global serta pertukaran berbagai jenis mata uang. Selain itu, XRP juga dimanfaatkan oleh perusahaan layanan blockchain, Ripple, dalam sistem pembayarannya guna mendukung transaksi antara lembaga keuangan, bisnis, dan organisasi.

 

Sejarah Pengembangan XRP

Pengembangan XRP Ledger dimulai pada tahun 2011 oleh Jed McCaleb, David Schwartz, dan Arthur Britto sebagai alternatif dari Bitcoin yang lebih efisien dalam hal transaksi. Pada tahun 2012, XRP Ledger resmi diluncurkan bersamaan dengan penciptaan token XRP sebagai elemen utama dalam ekosistemnya. Setelah peluncuran tersebut, Chris Larsen bergabung dalam tim pengembang, yang kemudian mendirikan perusahaan Opencoin.

 

Visi XRP: Transaksi yang Lebih Cepat dan Efisien

Tujuan utama dari XRP Ledger sejalan dengan visi pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto, yaitu menyediakan sistem transaksi yang lebih cepat, aman, dan efisien untuk skala global. Namun, berbeda dengan Bitcoin yang lebih banyak digunakan oleh individu, XRP lebih berfokus pada kebutuhan bisnis dan lembaga keuangan, meskipun tetap dapat diakses oleh siapa saja.

 

Perjalanan XRP dari Ripple hingga XRP Ledger

Pada awal pengembangannya, proyek open-source ini dikenal dengan nama Ripple, mencakup XRP (sebelumnya disebut "ripples"), Ripple Consensus Ledger, serta Ripple Transaction Protocol. Perusahaan Opencoin berperan dalam pengembangan XRP Ledger, yang kemudian berganti nama menjadi Ripple Labs dan kini lebih dikenal sebagai Ripple.

 

Pada tahun 2020, XRP Ledger Foundation resmi didirikan untuk mengawasi pengembangan serta pemeliharaan XRP Ledger secara independen.

 

Perbedaan Antara XRP dan XRP Ledger

Sering kali, XRP disalahartikan sebagai Ripple, padahal XRP adalah mata uang kripto yang bersifat open-source dan tidak dimiliki oleh Ripple sebagai perusahaan. XRP berjalan di atas jaringan blockchain terdesentralisasi yang disebut XRP Ledger (XRPL).

 

XRP Tidak Bisa Ditambang Seperti Bitcoin

Berbeda dengan mata uang kripto seperti Bitcoin yang menggunakan sistem penambangan (mining), XRP sudah dicetak sebelumnya dengan total pasokan maksimum sebanyak 100 miliar token.

 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 miliar token dialokasikan untuk Ripple, dengan 55 miliar di antaranya disimpan dalam akun escrow untuk memastikan stabilitas pasokan. Sementara itu, 20 miliar token lainnya diberikan kepada para pendiri Ripple dan tim inti. Token yang berada dalam escrow dijadwalkan untuk dirilis secara bertahap dengan laju 1 miliar per bulan.

 

XRP: Solusi Efisien untuk Jaringan Keuangan Peer-to-Peer

Dirancang sebagai sistem keuangan yang lebih cepat, murah, dan hemat energi dibandingkan dengan mata uang kripto lainnya, XRP menawarkan efisiensi tinggi dalam transfer dana. Saat ini, sekitar 55% dari total pasokan XRP telah beredar di pasar.

 

Ripple sendiri memanfaatkan XRP sebagai lapisan penyelesaian transaksi dalam jaringan RippleNet, platform yang digunakan untuk layanan pembayaran komersial. XRP juga dapat diperdagangkan di berbagai bursa aset kripto, termasuk pasar spot, futures, dan opsi.

 

Perbedaan XRP dan Bitcoin

Meskipun XRP dan Bitcoin memiliki beberapa kesamaan sebagai mata uang kripto, terdapat perbedaan mendasar dalam cara transaksi divalidasi di masing-masing jaringan.

 

Bitcoin menggunakan sistem proof of work (PoW) yang mengandalkan penambangan untuk memverifikasi transaksi. Sebaliknya, XRP menggunakan mekanisme konsensus unik yang mengandalkan validator tepercaya, memungkinkan proses validasi transaksi yang lebih cepat dan efisien.

 

XRP juga diklaim memiliki keunggulan dalam hal kecepatan dan efisiensi energi dibandingkan Bitcoin. Dengan kemampuan memproses hingga 1.500 transaksi per detik, XRP Ledger menawarkan solusi skalabilitas yang lebih baik melalui fitur Payment Channels, yang memungkinkan ribuan transaksi diselesaikan secara bersamaan tanpa mengganggu konsensus blockchain.

 

 

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.