El Salvador Raih Sejarah Baru: Kepemilikan Bitcoin Tembus 6.000 BTC! Apa Artinya?

Crypto News - Diposting pada 02 January 2025 Waktu baca 5 menit

Illustrasi Presiden El Savador Nayib Bukele

El Salvador kini memiliki lebih dari 6.000 Bitcoin setelah negara tersebut menambah kepemilikannya pada 29 Desember 2024, mencapai total 6.000,77 BTC, yang bernilai sekitar USD 561,3 juta atau setara Rp 9 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.185 per dolar AS), menurut data dari Kantor Bitcoin Nasional. Pembelian terbaru ini melanjutkan strategi akumulasi Bitcoin yang konsisten, dengan portofolio negara tersebut bertambah sebanyak 19 BTC dalam seminggu terakhir dan 53 BTC dalam sebulan terakhir, yang masing-masing bernilai USD 1,77 juta dan USD 4,95 juta, berdasarkan informasi dari Coinmarketcap pada 31 Desember 2024.

 

Pendekatan sistematis ini terbukti menguntungkan, dengan investasi Bitcoin El Salvador mencatatkan keuntungan yang belum terealisasi sebesar 105 persen, berdasarkan harga akuisisi rata-rata sebesar USD 45.465.

 

Sejak mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran sah pada 6 September 2021, El Salvador menjadi negara pertama yang melakukannya. Negara ini memulai dengan pembelian 200 BTC, dan sejak saat itu terus mempertahankan strategi akuisisi yang konsisten, termasuk pembelian terbaru senilai USD 1 juta setelah perjanjian besar dengan Dana Moneter Internasional (IMF) senilai USD 1,4 miliar.

 

Meskipun ada skeptisisme awal dari lembaga keuangan internasional seperti IMF, pemerintahan Presiden Nayib Bukele tetap teguh dengan kebijakan Bitcoin-nya. Program pembelian Bitcoin harian yang dilakukan pemerintah telah menjadikan El Salvador sebagai negara dengan kepemilikan Bitcoin terbesar keenam di dunia, bergabung dengan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Inggris.

 

Selama pemulihan pasar kripto baru-baru ini, portofolio Bitcoin negara ini telah menunjukkan peningkatan nilai substansial, dan kini diperkirakan bernilai lebih dari setengah miliar dolar. Melalui Kantor Bitcoin Nasional, El Salvador terus mengembangkan inisiatif mata uang kriptonya, dengan simpanan BTC negara tersebut saat ini menghasilkan keuntungan yang belum terealisasi sebesar USD 152 juta, menurut data Nayib Tracker.

Sumber: liputan6.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.