Tokopedia Tegas: Toko Tak Pindah ke Seller Center Siap - Siap Tutup!

Berita Terkini - Diposting pada 14 June 2025 Waktu baca 5 menit

Ilustrasi TikTok Shop.(SHUTTERSTOCK/MUHAMMAD ALIMAKI)

Aditya Grasio Nelwan, selaku Kepala Komunikasi Tokopedia dan TikTok E-commerce, menyampaikan bahwa perusahaan telah mulai mengurangi sejumlah fitur di Tokopedia Seller Center menyusul pengumuman mengenai perpindahan penjual ke pusat penjualan gabungan, yaitu Tokopedia & TikTok Shop Seller Center.

 

Akibat langkah tersebut, aktivitas dan fleksibilitas penjual di platform Tokopedia kini menjadi lebih terbatas.

 

Sebagai contoh, perusahaan telah mulai membatasi kemampuan untuk menambahkan produk baru ke dalam toko mereka.

 

“Di Tokopedia Seller Center, memang beberapa fitur kami kurangi secara bertahap. Tanggal 9 Juni kemarin, cukup banyak fitur yang kami nonaktifkan juga. Hal ini memang dimaksudkan sebagai dorongan agar para penjual segera beralih ke platform pusat penjualan baru, yaitu Tokopedia & TikTok Shop Seller Center,” kata Aditya dalam wawancara eksklusif dengan media di Jakarta, Kamis (12/6/2025).

 

Meski demikian, Aditya menegaskan bahwa seller masih tetap dapat menjalankan aktivitas penjualan dan melakukan transaksi melalui Tokopedia Seller Center.

 

“Memang fungsionalitasnya jadi terbatas, tetapi transaksi masih bisa dilakukan. Karena itu, kami sangat menyarankan para penjual untuk segera melakukan integrasi agar bisnis mereka bisa terus berkembang,” tambahnya.

 

Ia juga menjelaskan bahwa hingga saat ini belum seluruh seller berhasil berpindah ke pusat penjualan hasil penggabungan antara Tokopedia dan TikTok Shop.

 

Beberapa penjual, menurutnya, masih enggan bermigrasi karena mempercayai sejumlah mitos yang beredar mengenai proses integrasi. Mitos-mitos tersebut mencakup anggapan bahwa seller harus memiliki toko di kedua platform, harus membuat konten video di TikTok, serta diwajibkan mengaktifkan fitur Cash on Delivery (COD).

 

Selain mitos tersebut, Aditya juga menduga ada kendala teknis yang dialami seller selama proses migrasi, yang membuat mereka enggan beralih.

 

“Untuk presentasenya saya belum bisa sebutkan secara pasti, tapi mayoritas seller sudah melakukan migrasi,” ucap Aditya.

 

Sebagai informasi, integrasi ini merupakan bagian dari proses transisi setelah perusahaan Bytedance resmi mengambil alih Tokopedia dari GoTo. Para penjual diberi tenggat waktu hingga 9 Juni 2025 untuk pindah ke pusat penjualan baru.

Sumber: kompas.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.