Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 29 May 2025 Waktu baca 5 menit
Saham sejumlah pabrik pemasok Apple yang terdaftar di bursa saham China mengalami penurunan serempak pada Senin (26/5), setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana pemberlakuan tarif baru sebesar 25% terhadap iPhone impor.
Saham Luxshare, perusahaan perakit iPhone dan AirPods, tercatat turun sebesar 2,2%. Sementara itu, Lens Technology, produsen layar untuk iPhone, juga mengalami penurunan saham sebesar 1,8%.
Goertek, pabrik pembuat AirPods, tidak luput dari tekanan dan turun sebesar 1,1%, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters pada Selasa (27/5/2025).
Pada Jumat (23/5), Presiden Trump menyampaikan ancamannya bahwa iPhone yang dijual di pasar Amerika Serikat tetapi tidak diproduksi secara lokal akan dikenai tarif 25%.
Kebijakan tarif terbaru ini tidak hanya menyasar Apple, tetapi juga berlaku untuk semua produsen ponsel yang menjual produknya ke pasar AS tanpa memiliki fasilitas produksi di dalam negeri tersebut.
Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah AS untuk memperkuat basis industri manufaktur domestik. Sebelumnya, Apple telah terdampak oleh ancaman tarif setinggi 145% yang dikenakan pada produk impor dari Tiongkok.
Merespons hal ini, Apple telah mempercepat proses relokasi produksi iPhone dari Tiongkok ke India. Namun, langkah ini belum sepenuhnya memuaskan Trump, karena ia secara tegas menginginkan agar produksi iPhone dilakukan di wilayah Amerika Serikat.
Sebagai tambahan informasi, tarif tinggi sebesar 145% terhadap barang impor dari Tiongkok saat ini tengah dalam masa penangguhan selama 90 hari, sesuai kesepakatan antara AS dan Tiongkok yang dicapai di Jenewa, Swiss, baru-baru ini.
Penangguhan ini sempat memberikan waktu dan ruang bagi Apple untuk merelokasi proses produksinya ke India. Namun kini, gelombang baru dari perang dagang yang dimulai oleh Trump secara khusus ditujukan kepada perusahaan teknologi dan produsen elektronik seperti Apple.
Sebelumnya, Apple telah mengumumkan rencana untuk mempercepat pemindahan produksi iPhone untuk pasar AS dari Tiongkok ke India, yang dijadwalkan selesai pada tahun 2026. Namun, kebijakan tarif terbaru dari Trump membuat Apple perlu mempertimbangkan strategi baru.
Trump menegaskan bahwa Apple memang diperbolehkan untuk merelokasi produksinya ke India. Namun, iPhone yang diproduksi di India tetap akan dikenai tarif 25% jika dijual di pasar AS.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.