Menguak Lima Fakta Kunci di Balik Runtuhnya Ekonomi Jepang

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 24 February 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI - Jepang kehilangan predikatnya sebagai negara dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia. Posisi tersebut jatuh ke tangan Jerman, dan Jepang saat ini berada di peringkat ke-4. Penurunan peringkat Jepang  terjadi ketika negara bunga sakura itu berada di ambang resesi ekonomi. Resesi sendiri merupakan penurunan perekonomian atau aktivitas ekonomi negatif yang berlangsung lebih dari dua kuartal  dalam setahun. 


Jepang, yang pernah menjadi negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia, melaporkan penurunan pertumbuhan ekonomi selama dua kuartal berturut-turut. Perekonomian mengalami kontraksi pada tingkat tahunan sebesar 0,4% pada kuartal keempat tahun 2023, sementara negara ini sebelumnya mencatat penurunan sebesar -3,3% pada kuartal ketiga tahun 2023. Terkait dengan ambruknya perekonomian Jepang, indikator Jepang pada tahun 2023 adalah sebagai berikut. 

 

Produk Domestik Bruto (PDB) 
PDB Jepang tidak bagus. Perekonomian sebenarnya tumbuh sepanjang tahun 2023, namun mengalami kontraksi selama dua kuartal berturut-turut. Perekonomian turun sebesar 0,4% secara tahunan (YoY/YoY) pada Q4 2023  setelah melaporkan kontraksi sebesar -3,3% pada Q3 2023. PDB nominal Jepang pada tahun 2023 akan tumbuh sebesar 5,7% dibandingkan tahun 2023. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 591,48 triliun yen (Rp 61,673 triliun). 

 

Inflasi 
Bahkan, inflasi Jepang pada tahun 2023  bisa dikatakan relatif terkendali. Laju inflasi tertinggi tercatat  pada  April 2023 yang mencapai 3,5%. Sementara itu, tingkat inflasi masih berada pada kisaran 3% hingga 3,5% sejak awal tahun hingga kuartal III. Pada akhir tahun, tingkat inflasi Jepang berada di bawah 3%, naik menjadi 2,8% pada November 2023 dan 2,6% pada Desember 2023. 

 

Konsumsi Domestik 
Pengeluaran rumah tangga  Jepang mengalami penurunan sebesar 2,5% secara riil pada bulan Desember 2023 dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini lebih buruk dibandingkan konsensus pasar yang turun 2,1%. Sementara itu, konsumsi rumah tangga di Jepang juga turun sebesar 2,9% pada bulan November, menandai penurunan  10 bulan berturut-turut. Di Jepang, pengeluaran rumah tangga mengacu pada konsumsi  makanan, perumahan, utilitas, kesehatan, dan rekreasi.

 

Sebaliknya, tingkat tabungan rumah tangga  Jepang  tumbuh pesat. Pada bulan Desember 2023, rata-rata orang Jepang berencana mengalokasikan 60,30% pendapatannya untuk tabungan. Angka ini bahkan lebih tinggi dibandingkan bulan November, ketika hanya 23,70% pendapatan orang Jepang yang dikonversi menjadi tabungan. Seperti diketahui, rata-rata tabungan pribadi di Jepang sejak tahun 1963 adalah 13,16%. Rekor tabungan tertinggi tercatat pada Juni 2020, ketika rata-rata masyarakat Jepang menabung 62,10% pendapatannya.  

 

Suku Bunga Bank Jepang 
Bank sentral Jepang (Bank of Japan) akan mempertahankan  suku bunga jangka pendek tidak berubah di -0,1% pada akhir tahun 2023. Kebijakan suku bunga negatif ini akan berlanjut hingga awal tahun 2024.

 

Pengangguran 
Tingkat pengangguran Jepang turun menjadi 2,4% pada Desember 2023. Angka ini lebih rendah dibandingkan tingkat pengangguran pada bulan Oktober yang mencapai 2,5%. Hingga Desember 2023, jumlah pekerja di Jepang mencapai 67,54 juta orang, dan jumlah pengangguran mencapai 1,56 juta orang. Terdapat 127  pekerjaan per 100 pencari kerja.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.