PHE records surge in oil and gas production in first quarter of 2024, supporting Indonesia's role as oil backbone

Bisnis | Ekonomi - Posted on 07 May 2024 Reading time 5 minutes

DIGIVESTASI - Anak perusahaan hulu Pertamina, PT Pertamina Hulu Energy (PHE),  terus mencatatkan kinerja yang kuat di awal tahun ini. Pada kuartal I 2024, realisasi produksi minyak perseroan mencapai 548.000 barel per hari (bph). Sementara  produksi gas tercatat  2,86 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD). Dengan demikian, total produksi migas perseroan diperkirakan mencapai 1,04 juta barel setara minyak per hari (BOEPD) pada kuartal I 2024.


Angka produksi migas mencakup seluruh anak perusahaan PHE termasuk ladang migas  di luar negeri. Presiden dan Direktur  PHE Khalid Syed Salim juga mencatat, hingga Maret 2024, PHE telah menyelesaikan pengeboran 3 sumur eksplorasi, 163 sumur pengembangan, 219 workover, dan 8.323 sumur service. 

 

Selain itu, PHE juga mencatat survei seismik dua dimensi (2D) seluas 12 km dan survei seismik 3D seluas 2.602 km2. Pada sektor eksplorasi, PHE telah menemukan sumber daya 2C sebesar 140 juta barel setara minyak (MMBOE). 
“PHE terus memberikan keunggulan dengan mengedepankan keselamatan di seluruh area operasional kami, sejalan dengan tata kelola perusahaan yang baik,” kata Charid seperti dikutip, Senin (5 Juni 2024). 

 

Fajal Joko Santoso, Vice President Corporate Communication Pertamina, mengatakan kinerja kuat PHE di sisi hulu merupakan salah satu pilar  menjaga ketahanan energi nasional. “Peningkatan produksi dari sektor hulu merupakan salah satu upaya Pertamina untuk mencapai ketahanan energi yaitu  menjaga atau meningkatkan ketahanan energi nasional,” kata Fajal. 

 

Seperti diketahui, PHE merupakan tulang punggung produksi minyak tanah air. Misalnya, pada tahun 2023, PHE diperkirakan akan menyumbang 68% produksi minyak negara dan 33%  produksi gas. 

 

Produksi migas nasional  PHE mencakup 65 wilayah kerja migas (WK) dalam negeri, dimana 48 WK diantaranya dioperasikan langsung oleh PHE dan  17 WK merupakan operator tidak langsung. 

 

Sebelumnya, Khalid mengatakan PHE menargetkan peningkatan produksi migas pada tahun ini dibandingkan tahun 2023. Target produksi migas tahun ini  sebesar 742.000 barel setara minyak per hari (BOEPD). 
Dia menjelaskan, target produksi migas tersebut antara lain 420.000 barel minyak  dan gas  1,86 BSCFD per hari. Angka tersebut meningkat dari produksi minyak tahun 2023 (415.000 barel per hari dengan penyaluran gas  1,8 BSCFD).

Source: cnbcindonesia.com

What do you think about this topic? Tell us what you think. Don't forget to follow Digivestasi's Instagram, TikTok, Youtube accounts to keep you updated with the latest information about economics, finance, digital technology and digital asset investment.

 

DISCLAIMER

All information contained on our website is summarized from reliable sources and published in good faith and for the purpose of providing general information only. Any action taken by readers on information from this site is their own responsibility.