Tinggalkan Dollar Amerika, Indonesia Tingkatkan Kemandirian Ekonomi

Bisnis | Ekonomi - Posted on 25 March 2023 Reading time 5 minutes

Indonesia telah memulai langkah untuk meninggalkan penggunaan dolar Amerika dalam transaksi perdagangan bilateral dengan negara lain. Hal ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika dan memperkuat kerjasama ekonomi dengan negara lain. Bank Indonesia (BI) telah melakukan perjanjian kerjasama dengan lima negara, yaitu Korea Selatan, China, Australia, Singapura, dan Malaysia untuk menggunakan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan bilateral.

 

BCSA (Bilateral Local Currency Swap Arrangement) adalah perjanjian kerjasama yang memungkinkan dilakukannya pertukaran dalam mata uang lokal masing-masing negara. Dengan adanya perjanjian ini, Indonesia dan negara mitra dagangnya dapat menghindari risiko fluktuasi nilai tukar dolar Amerika yang tidak stabil.

 

Bank Indonesia dan Bank of Korea memperpanjang perjanjian yang ditandatangani pertama kali pada Maret 2014 dan telah beberapa kali diperpanjang masa berlakunya yang memungkinkan transaksi perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Korea Selatan hingga KRW 10,7 triliun atau Rp 115 triliun dari 6 Maret 2023 hingga 5 Maret 2026. Selain Korea Selatan, BI juga sudah melakukan perjanjian kerjasama BCSA dengan empat negara lainnya.

 

Pada Januari 2022, BI dan The People's Bank of China memperbaharui swap bilateral dalam mata uang lokal atau BCSA. Hal ini memungkinkan pertukaran dalam mata uang lokal hingga senilai CNY250 miliar atau Rp550 triliun.

 

Pada Februari 2022, Bank Indonesia dan Reserve Bank of Australia juga secara efektif memutuskan untuk menyepakati pembaruan 'meninggalkan' dolar dengan perjanjian BCSA yang memungkinkan dilakukannya pertukaran dalam mata uang lokal masing-masing negara hingga senilai A$10 miliar atau Rp100 triliun.

 

Bank Indonesia dan Monetary Authority of Singapore (MAS) juga telah menandatangani perjanjian kerjasama keuangan bilateral. Ada dua jenis perjanjian BI dan MAS, yakni Local Currency Bilateral Swap Agreement (LCBSA) yang memungkinkan pertukaran mata uang lokal antara kedua bank sentral hingga senilai 9,5 miliar dolar Singapura atau Rp100 triliun, dan Bilateral Repo Line (BRL) yang memungkinkan transaksi repo antara kedua bank sentral untuk mendapatkan likuiditas dalam dolar AS hingga senilai US$ 3 miliar.

 

Pada September 2022, Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia sepakat memperbarui perjanjian swap bilateral dalam mata uang lokal (Local Currency Bilateral Swap Arrangement - LCBSA). Melalui perjanjian ini, Indonesia dan Malaysia dapat melakukan transaksi investasi dan perdagangan hingga 8 miliar ringgit Malaysia atau Rp 28 triliun.

 

Melalui langkah-langkah ini, Indonesia berharap dapat mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar dan lebih menguntungkan ekonomi nasional. Dengan meningkatkan penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan bilateral, Indonesia semakin mandiri dalam menjalankan kebijakan ekonominya. Hal ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN.

 

Sumber: finance.detik.com | cnbcindonesia.com

 

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun InstagramTikTokYoutube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

What do you think about this topic? Tell us what you think. Don't forget to follow Digivestasi's Instagram, TikTok, Youtube accounts to keep you updated with the latest information about economics, finance, digital technology and digital asset investment.

 

DISCLAIMER

All information contained on our website is summarized from reliable sources and published in good faith and for the purpose of providing general information only. Any action taken by readers on information from this site is their own responsibility.