FBI Tambahkan 'Cryptoqueen' Ke Daftar Sepuluh Buronan Paling Dicari

Edukasi - Posted on 02 July 2022 Reading time 5 minutes

FBI pada hari Kamis lalu (30/6) telah menambahkan Dr. Ruja Ignatova, yang memproklamirkan diri sebagai 'Cryptoqueen,' ke dalam daftar Sepuluh buronan Paling Dicari, dan menawarkan hadiah $ 100.000 untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.

 

Ignatova, pendiri cryptocurrency bernama OneCoin yang diluncurkan pada tahun 2014, diduga menipu investor lebih dari $4 miliar selama tiga tahun. Europol telah menambahkannya ke daftar paling dicari di Eropa pda bulan lalu.

 

Penyelidik mengatakan proyek yang berbasis di Bulgaria ini tidak memiliki transaksi pengamanan blockchain dan koin yang dapat dengan mudah dicetak begitu saja. Berbeda dengan Bitcoin, yang diamankan oleh jaringan penambang global yang mengelola buku besar publik, atau blockchain.

 

Distrik Selatan New York mengadakan konferensi pers pada Kamis pagi lalu untuk mengumumkan penambahan Ignatova ke daftar buronan teratas.

 

Mike Driscoll, asisten direktur FBI yang bertanggung jawab atas kantor New York mengatakan bahwa dia "yakin" mereka akan menemukannya nanti. Damian Williams, pengacara AS untuk Distrik Selatan New York, menyebut Ignatova sebagai "buronan internasional yang diduga mendalangi penipuan di seluruh dunia."

 

Williams juga mencatat bahwa Ignatova sekarang "duduk berdampingan dalam daftar Sepuluh Besar dengan para pemimpin kartel, pembunuh, dan teroris."

 

Ignatova telah berada di sistem peradilan pidana setidaknya selama setengah dekade. Dia didakwa oleh dewan juri federal pada Oktober 2017, dan Distrik Selatan New York kemudian mengeluarkan surat perintah penangkapan.

 

Adapun keberadaan Ignatova, FBI mencatat dalam siaran pers bahwa pendiri OneCoin melakukan perjalanan dari Bulgaria ke Yunani pada 25 Oktober 2017, meskipun dia bisa melanjutkan dari sana.

 

"Dia mungkin bepergian dengan paspor Jerman ke Uni Emirat Arab, Bulgaria, Jerman, Rusia, Yunani dan/atau Eropa Timur," kata FBI.

 

Saudara laki-laki Ignatov, Konstantin, yang juga menjabat dalam peran kepemimpinan dengan OneCoin, ditangkap pada 2019 dan kemudian mengaku bersalah atas beberapa kejahatan pada tahun yang sama.

 

Penyelidik menggambarkan penipuan skala besar yang mirip dengan skema piramida internasional. Ignatova diduga membuat pernyataan palsu untuk meminta investasi. Korban kemudian akan mengirim uang tunai ke akun OneCoin untuk membeli koin.

 

Pada tahun 2019, Asisten Direktur FBI saat itu William Sweeney Jr. mengatakan OneCoin “tidak menawarkan kepada investor metode untuk melacak uang mereka, dan itu tidak dapat digunakan untuk membeli apa pun. Faktanya, satu-satunya yang mendapat manfaat dari keberadaannya adalah pendiri dan rekan konspiratornya.”

 

Pada puncak popularitas OneCoin pada tahun 2016, Ignatova naik ke panggung di Wembley Arena Inggris dengan gaun pesta untuk memamerkan koin yang katanya akan melampaui bitcoin. Igantova juga dikenal karena mengadakan pesta mewah di kota-kota di seluruh dunia.

 

 

Referensi :

https://www.cnbc.com/2022/06/30/fbi-adds-cryptoqueen-to-ten-most-wanted-fugitives-list-for-fraud.html

What do you think about this topic? Tell us what you think. Don't forget to follow Digivestasi's Instagram, TikTok, Youtube accounts to keep you updated with the latest information about economics, finance, digital technology and digital asset investment.

 

DISCLAIMER

All information contained on our website is summarized from reliable sources and published in good faith and for the purpose of providing general information only. Any action taken by readers on information from this site is their own responsibility.

TAG :