Saham News
JCI Opens 0.66% Higher at 6,381 as ANTM, MEDC, and WIFI Shares Rally
/index.php
Edukasi - Posted on 12 April 2022 Reading time 5 minutes
Revolusi Web3 baru saja dimulai, menghilangkan ketidakteraturan dari Web 2.0 dengan karakteristik terpusat. Perbedaan utama antara Web2 dan Web3 adalah desentralisasi. Pembuat Web3 mendesain ulang internet dari tingkat dasar, memberikan kembali kepemilikan kepada para penggunanya. Sehingga, perusahaan penyedia tidak memiliki kendali penuh dan dapat membuat keputusan yang sangat berbahaya dan sangat menggangu privasi dari penggunanya. The Graph telah menjadi bagian penting dalam mengembangkan aplikasi Terdesentralisasi dan membuat beberapa terobosan dan kemudahan bagi pengembangan Web3.
Web 3.0
Sumber : www.medium.com
Apa Itu The Graph ?
Untuk memahami protokol The Graph, kita harus memahami terlebih dahulu tentang metode pengindeksan yang merupakan ide utama di balik The Graph. Pengindeksan dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menemukan bagian informasi tertentu yang kita cari.
Demikian pula dengan The Graph yang merupakan protokol pengindeksan bersifat open-source dan terdesentralisasi yang menyamakan dirinya dengan Google dengan kemampuan mengindeks informasi yang ada di blockchain. Sementara Google Mengindeks web, The Graph mengindeks data blockchain dari jaringan seperti Ethereum dan Filecoin dan ini merupakan bagian integral dari Web3 serta sangat penting untuk keperluan penyediaan data tanpa batas, cepat dan akurat untuk aplikasi terdesentralisasi (DApps).
The Graph juga memungkinkan pengembang Web3 dapat membangun dan bahkan menerbitkan berbagai antarmuka pemrograman Aplikasi (API), yang disebut dengan Subgraf yang dapat melakukan kueri melalui GraphQL.
Traditional way vs with The Graph protocol
Sumber : www.medium.com
Bagaimana Cara Kerja Subgraf The Graph ?
Sebelum kita berbicara tentang The Graph, mari kita lihat cara kerja Google terlebih dahulu. Google menelusuri web dengan program otomatis yang dikenal sebagai crawler, yang mencari halaman baru atau yang diperbarui, menganalisis dan mengindeks setiap halaman tersebut untuk kemudian alamat halaman ini, atau URL disimpan dalam daftar besar yang akan disajikan ketika pengguna lain mencarinya di Google.
Demikian halnya The Graph juga mengindeks data berbasis blockchain menggunakan Subgraph Manifesto yang merupakan deskripsi subgraf yang berisi data tentang kontrak pintar, peristiwa dalam blockchain, dan memetakan data peristiwa bersama-sama sebelum disimpan dalam basis data platform.
Aliran data ini, dari transaksi, manifes subgraf, dan database, mengikuti struktur tertentu, yang semuanya dimulai dengan aplikasi terdesentralisasi yang dapat menambahkan data ke blockchain Ethereum melalui penggunaan smart contract (kontrak pintar).
The Graph Nodes bertanggung jawab untuk memindai seluruh basis data blockchain, di mana ia dapat mengumpulkan data baru dan menyaring data yang relevan dengan query pengguna. Setiap informasi diidentifikasi, dan menjawab pertanyaan dari subgraf.
GraphQL adalah tautan yang digunakan untuk menghubungkan data blockchain dan aplikasi yang ingin diberikan oleh pengguna. Setelah seluruh proses ini selesai, pengguna dapat melihat hasil query mereka dalam aplikasi.
The Graph: Working process
Sumber : www.medium.com
Referensi :
https://medium.com/coinmonks/the-graph-the-google-of-blockchains-56a753b605bd
https://www.coindesk.com/business/2022/01/21/google-for-blockchains-the-graph-raises-50m-led-by-tiger-global/
https://zipmex.com/learn/is-the-graph-like-google/
What do you think about this topic? Tell us what you think. Don't forget to follow Digivestasi's Instagram, TikTok, Youtube accounts to keep you updated with the latest information about economics, finance, digital technology and digital asset investment.
DISCLAIMER
All information contained on our website is summarized from reliable sources and published in good faith and for the purpose of providing general information only. Any action taken by readers on information from this site is their own responsibility.