Berita Terkini
Dari Sulit Meyakinkan Bank hingga 69,3 Juta Pengguna, Begini Perjalanan QRIS
/index.php
Teknologi Terkini - Diposting pada 13 October 2026 Waktu baca 5 menit
Dominasi Nvidia dalam cerita kecerdasan buatan mulai mendapat angle baru.
Bukan karena kebutuhan GPU tiba-tiba menghilang, melainkan karena perkembangan AI agent membuat komponen lain di pusat data kembali mendapat sorotan besar: CPU.
Salah satu perusahaan yang menikmati sentimen tersebut adalah Advanced Micro Devices atau AMD.
Saham AMD sempat melonjak sekitar 32% dalam periode satu bulan hingga awal Oktober 2026. Pada perdagangan 6 Oktober, sahamnya naik 2,8% dan ditutup di US$649,42.
Salah satu narasi yang mendorong optimisme investor datang dari berkembangnya AI agent seperti Muse milik Meta dan Dots milik OpenAI.
Namun, penting dicatat: kenaikan saham AMD tidak dapat dikatakan semata-mata disebabkan Muse.
Hubungan AMD dengan Meta jauh lebih besar daripada satu produk AI saja.
Era awal generative AI sangat identik dengan GPU.
GPU mempunyai kemampuan menjalankan perhitungan paralel dalam skala besar dan menjadi komponen utama untuk melatih maupun menjalankan model AI.
Nvidia menjadi penerima manfaat terbesar dari tren tersebut.
Namun AI agent mempunyai pola kerja yang berbeda.
Agent tidak hanya menjawab satu prompt lalu berhenti. Sistem dapat menjalankan tugas selama beberapa menit atau bahkan lebih lama, membuka aplikasi, mengelola file, menjalankan kode, menggunakan browser, dan berinteraksi dengan berbagai layanan.
Di sinilah CPU mendapat peran lebih besar.
Ryan Shrout, Presiden Signal65, menilai semakin banyak agent dibuat dan digunakan untuk lebih banyak pekerjaan, sebagian workload akan bergerak dari GPU menuju CPU.
Bukan berarti GPU digantikan.
Model AI masih membutuhkan accelerator untuk melakukan inference yang berat.
CPU lebih banyak menangani sisi “operasional” seperti menjalankan virtual machine, orkestrasi, sistem operasi, koneksi aplikasi, dan tugas umum yang berlangsung terus-menerus.
Meta meluncurkan Muse, personal AI agent miliknya, pada 8 September 2026.
Muse dirancang agar bisa membantu pengguna mengerjakan tugas secara lebih mandiri, tidak sekadar memberikan jawaban melalui chat.
Dalam beberapa minggu setelah peluncuran, produk tersebut dengan cepat mendapat perhatian pasar.
Pengamatan teknis pihak ketiga menemukan bahwa sebuah lingkungan virtual Muse berjalan menggunakan CPU AMD EPYC Turin, dengan alokasi dua core CPU dan RAM 8 GB untuk sandbox pengguna.
Namun temuan tersebut memiliki batasan.
Meta belum menyatakan bahwa seluruh infrastruktur Muse hanya menggunakan AMD.
Perusahaan justru mengatakan desain infrastrukturnya dibuat CPU-agnostic agar Meta bisa memperoleh kapasitas dari berbagai jenis hardware sesuai kebutuhan.
Jadi klaim yang aman bukan “Muse hanya berjalan di AMD”, melainkan AMD telah terlihat digunakan dalam sebagian infrastruktur yang mendukung workload Muse.
OpenAI meluncurkan Dots pada 29 September 2026.
Produk tersebut merupakan agent yang dapat bekerja secara mandiri dan menjalankan pekerjaan atas nama pengguna.
Benchmark dan pengamatan teknis pihak ketiga menunjukkan lingkungan virtual Dots menggunakan AMD EPYC, termasuk indikasi penggunaan EPYC 9V74 dengan alokasi sembilan core CPU.
Namun informasi hardware tersebut bukan spesifikasi resmi yang diumumkan OpenAI untuk seluruh armada Dots.
OpenAI juga dapat menggunakan lebih dari satu pemasok CPU.
Karena itu, temuan tersebut lebih tepat digunakan sebagai indikasi bahwa CPU AMD sudah muncul dalam workload AI agent besar, bukan bukti bahwa AMD menjadi pemasok eksklusif.
Alasan AMD mendapat perhatian sebenarnya lebih kuat jika melihat hubungan resminya dengan Meta secara keseluruhan.
Pada Februari 2026, AMD dan Meta mengumumkan perluasan kemitraan strategis untuk membangun infrastruktur AI berskala besar.
Meta berencana menggunakan hingga 6 gigawatt GPU AMD Instinct dalam beberapa generasi deployment.
Fase pertama menggunakan platform berbasis custom AMD Instinct MI450 bersama CPU AMD EPYC generasi keenam.
Hubungan CPU-nya juga sudah sangat besar.
AMD menyatakan Meta telah menggunakan jutaan prosesor EPYC di infrastrukturnya dan menjadi lead customer untuk prosesor EPYC generasi baru, termasuk Venice dan Verano.
Dengan demikian, peluang AMD dari AI bukan hanya bergantung pada kesuksesan Muse.
AMD mendapat eksposur dari CPU, GPU, networking, hingga rack-scale AI infrastructure.
Meski hubungan Meta–AMD besar, Meta tetap melakukan diversifikasi hardware.
Ini strategi yang lazim bagi hyperscaler.
Jika sebuah perusahaan membutuhkan jutaan CPU dan accelerator, bergantung pada satu pemasok dapat meningkatkan risiko kapasitas, harga, dan supply chain.
Meta mengatakan desainnya dibuat sebisa mungkin tidak bergantung pada CPU tertentu sehingga perusahaan memiliki fleksibilitas untuk mendapatkan kapasitas.
Artinya, pertumbuhan AI agent memang menjadi peluang bagi AMD, tetapi bukan pasar yang otomatis menjadi milik AMD.
Intel juga ikut bersaing.
Penyedia cloud bahkan semakin banyak membuat chip Arm sendiri.
AMD bukan satu-satunya saham CPU yang mendapat sentimen positif.
Dalam periode satu bulan hingga sekitar 5–6 Oktober, saham Intel disebut meningkat sekitar 21%, sementara AMD naik sekitar 32%.
Intel sendiri secara terbuka mendorong Xeon sebagai infrastruktur penting untuk agentic AI.
Perusahaan menilai CPU berperan sebagai control plane yang menangani orkestrasi, concurrency, dan data movement pada sistem AI modern.
Persaingan AI karena itu semakin luas.
Tidak lagi hanya “siapa punya GPU tercepat”.
Pertanyaannya juga menjadi siapa yang menyediakan CPU, memory, networking, storage, serta sistem yang paling efisien untuk menjalankan ribuan atau jutaan agent secara bersamaan.
Bayangkan setiap AI agent seperti mempunyai komputer virtual sendiri.
Agent mungkin harus:
membuka browser,
menjalankan program,
membaca file,
mengeksekusi kode,
menghubungkan berbagai layanan,
menunggu respons,
lalu melanjutkan pekerjaan beberapa menit kemudian.
Banyak aktivitas tersebut merupakan workload general-purpose yang cocok dijalankan CPU.
Jika satu pengguna memerlukan beberapa core dan sebuah layanan memiliki jutaan pengguna aktif, kebutuhan CPU dapat menjadi sangat besar.
Itulah thesis investasi yang saat ini menarik perhatian Wall Street.
Namun besarnya kebutuhan riil sangat bergantung pada arsitektur layanan.
Perusahaan dapat meningkatkan efisiensi, berbagi resources, menggunakan CPU berbeda, atau memindahkan sebagian workload ke accelerator khusus.
Ada satu alasan lain kenapa AMD mendapat perhatian lebih besar dibanding era sebelumnya.
Portofolio perusahaan semakin lengkap.
Selain EPYC untuk server, AMD juga memiliki Instinct GPU, Pensando networking, ROCm software, dan Helios rack-scale architecture.
AMD dan Meta bahkan sedang melakukan co-engineering terhadap seluruh stack tersebut untuk workload AI Meta.
Jadi, ketika pasar AI tumbuh, AMD berusaha menangkap pendapatan tidak hanya dari CPU tetapi juga accelerator dan komponen infrastruktur lainnya.
Strategi tersebut membawa AMD semakin dekat dengan model full-stack AI yang selama ini menjadi salah satu keunggulan Nvidia.
Tidak.
Pernyataan bahwa AI agent “menggeser workload dari GPU ke CPU” tidak berarti seluruh pekerjaan AI pindah ke CPU.
GPU masih sangat penting untuk menjalankan model besar dan melakukan komputasi intensif.
CPU dan GPU lebih tepat dilihat sebagai komponen yang menjalankan jenis pekerjaan berbeda di dalam sistem yang sama.
Untuk AI agent, GPU dapat menangani inference atau proses “berpikir” model.
CPU kemudian menjalankan banyak pekerjaan di sekitarnya: tools, operating system, orchestration, memory management, aplikasi, dan virtual machines.
Semakin kompleks agent bekerja, semakin besar kebutuhan terhadap keseluruhan stack komputasi.
Pembaca juga perlu memperhatikan tanggal data harga.
Pada 6 Oktober 2026, AMD ditutup di US$649,42 setelah naik 2,8% hari itu. Dalam sebulan sebelumnya, kenaikannya mencapai sekitar 32%.
Namun harga tersebut bukan harga terbaru.
Pada 12 Oktober 2026, saham AMD sudah turun ke US$594,24.
Artinya, narasi AI agent memang telah menjadi katalis sentimen, tetapi harga saham teknologi tetap sangat volatil.
Kenaikan saham juga tidak membuktikan secara langsung bahwa Muse sudah menghasilkan peningkatan pendapatan tertentu bagi AMD.
Meta juga tidak berhenti pada versi awal Muse.
Pada 12 Oktober, perusahaan memperkenalkan Muse Wonder dan Muse Wonder Full, model agentic baru yang dirancang untuk pekerjaan seperti coding, keuangan, hukum, kesehatan, dan tugas profesional lainnya.
Perkembangan seperti ini mendukung thesis bahwa penggunaan agent akan semakin luas.
Jika agent membutuhkan virtual machines, CPU, memory, dan networking dalam jumlah besar, perusahaan semikonduktor dapat memperoleh pasar baru di luar kebutuhan GPU tradisional.
Namun siapa yang menang masih akan ditentukan oleh harga, efisiensi, performa, supply, dan kemampuan integrasi sistem.
Boom AI berikutnya mungkin tidak hanya menjadi cerita Nvidia.
Kemunculan personal AI agent seperti Muse dan Dots membuat CPU kembali menjadi bagian penting dari arsitektur AI.
AMD berada dalam posisi menarik karena EPYC telah digunakan secara luas oleh Meta, sementara perusahaan juga mempunyai hubungan strategis besar dengan Meta di sisi GPU dan infrastruktur AI.
Saham AMD sempat naik sekitar 32% dalam satu bulan hingga awal Oktober dan mencapai US$649,42 pada 6 Oktober, sebelum terkoreksi ke US$594,24 pada 12 Oktober.
Namun hubungan sebab-akibat perlu dijaga.
Belum ada bukti publik yang menunjukkan Muse sendiri telah meningkatkan pendapatan AMD dalam jumlah tertentu.
Cerita yang sudah terverifikasi adalah bahwa pertumbuhan AI agent menambah jenis workload yang membutuhkan CPU, sementara AMD, Intel, Arm, dan berbagai chip custom hyperscaler akan bersaing memperebutkan permintaan tersebut.
Jadi, bukan berarti GPU kehilangan relevansi.
Yang berubah adalah pasar AI mulai membutuhkan lebih banyak jenis chip sekaligus.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan rekomendasi untuk membeli, menjual, atau mempertahankan saham AMD, Intel, Nvidia, atau emiten teknologi lainnya.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.