Bisnis | Ekonomi
Utang Luar Negeri RI Tembus Rp7.488 Triliun! Apa Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?
/index.php
Teknologi Terkini - Diposting pada 02 January 2025 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - CEO Tesla Elon Musk mengungkapkan bahwa tim di perusahaannya telah memastikan ledakan yang terjadi disebabkan oleh kembang api besar dan/atau bom yang dibawa di Cybertruck sewaan. Musk juga menyatakan bahwa para pelaku terorisme memilih kendaraan yang salah, mengingat Cybertruck mampu menahan ledakan dan mengarahkannya ke atas. "Cybertruck benar-benar menahan ledakan dan mengarahkannya ke atas, para penjahat itu memilih kendaraan yang salah untuk melakukan serangan teroris," tulis Musk melalui X.com, Kamis (2/1/2025).
รฐลธลกยจ #BREAKING: Las Vegas Police release new video of the exploded Cybertruck outside of the Trump Hotel, showing explosive ordinances in the back
— Nick Sortor (@nicksortor) January 2, 2025
Police credited the lack of damage to the Trump Hotel to the strength of the Cybertruck, as it remained mostly intact.
“The explosion… pic.twitter.com/lajQZX2pOI
Musk menambahkan bahwa baik Cybertruck maupun truk pikap yang digunakan di New Orleans disewa dari Turo, dan mungkin keduanya saling terkait, meskipun ia tidak memberikan bukti atas klaim tersebut. Turo adalah platform berbagi mobil yang memungkinkan pemilik untuk menyewakan kendaraan mereka. Insiden di Las Vegas terjadi bersamaan dengan penyelidikan FBI dan kepolisian terkait serangan di New Orleans pada Rabu (1/1/2025) yang menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai lebih dari 30 orang.
Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Presiden Joe Biden menyampaikan bahwa pihak penegak hukum sedang mencari apakah kedua insiden tersebut memiliki keterkaitan. FBI mengungkapkan bahwa pihak berwenang di New Orleans menemukan bendera ISIS, dan sedang mengkaji kemungkinan hubungan atau afiliasi tersangka, Shamsud-Din Jabbar, dengan kelompok teroris. Seorang pejabat penegak hukum juga menyebutkan penemuan alat peledak rakitan. Polisi Las Vegas mengatakan tidak menemukan bukti yang mengarah ke terorisme internasional, meskipun mereka masih melanjutkan penyelidikan terkait semua kemungkinan.
Kepala Polisi Las Vegas, McMahill, menegaskan bahwa penyelidikan terkait potensi hubungan antara insiden tersebut dengan serangan di New Orleans sedang berjalan dan bahwa pihaknya belum menutup kemungkinan apapun. Ia juga menambahkan bahwa penyelidik belum menemukan bukti ancaman lebih lanjut terhadap masyarakat. Pejabat FBI menggambarkan ledakan tersebut sebagai insiden yang terisolasi. Musk mengatakan bahwa Tesla mendukung penyelidikan ini dan telah memberikan data kendaraan serta informasi dari stasiun pengisian daya untuk membantu penyelidikan. McMahill mengonfirmasi bahwa Tesla telah berkontribusi dengan memberikan data tersebut.
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.