Menkominfo Evaluasi Smartphone Baru Elon Musk yang Terhubung ke Starlink

Teknologi Terkini - Diposting pada 04 June 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESRASI - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) angkat bicara mengenai layanan internet berbasis satelit Starlink yang dapat langsung terhubung ke ponsel (direct to cell) pengguna. Elon Musk dikabarkan akan merilis solusi ini pada musim gugur atau September 2024. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau dan mengevaluasi layanan direct to cell Starlink jika masuk ke Indonesia. “Belum [ada Starlink direct to cell di Indonesia]. Kan izinnya sudah ada. [Ke depan] kita tunggu saja, kita monitoring, kita evaluasi terus-menerus,” ujar Budi saat ditemui di Jakarta, Senin (3/6/2024).

 

Kehadiran satelit Starlink dengan kemampuan direct to cell dikhawatirkan dapat menggerus pasar telekomunikasi lokal Indonesia. Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) misalnya, mengkhawatirkan Starlink direct to cell dapat mengancam operator seluler karena layanan tersebut bisa langsung terhubung ke internet tanpa GSM.

 

“Karena kita tahu, mungkin direct to device commercial Starlink yang langsung ke hp mungkin tahun depan. Itu akan jadi ancaman GSM operator, walaupun mereka main di rural dan kota adalah fase kedua,” kata Sekretaris Jendral (Sekjen) ASSI Sigit Jatiputro saat ditemui di Gedung Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Jakarta, Rabu (29/5/2024). Sejalan dengan itu, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) juga khawatir layanan satelit Starlink direct to cell bisa berdampak pada ekosistem telekomunikasi di Indonesia.

 

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, satelit dengan kemampuan direct to cell memungkinkan pengguna dapat mengakses langsung ke telepon seluler dengan mengirim SMS hingga telepon tanpa menggunakan kartu SIM. Ketua Umum APJII Muhammad Arif mengatakan bahwa saat ini, layanan Starlink direct to cell sudah dalam tahap uji coba di beberapa negara. Sementara di Indonesia, Arif menjelaskan bahwa layanan direct to cell pasti membutuhkan alokasi frekuensi baru. Namun, Arif menilai, masuknya teknologi milik Elon Musk berupa direct to cell ini ke Indonesia tergantung dari keputusan yang diambil pemerintah.

 

“Kalau sampai direct to cell sih, itu benar-benar kita hulu ke hilir bisa habis. Sekarang yang pinggir-pinggir saja bisa ketakutan,” kata Arif saat ditemui di Jakarta, Jumat (31/5/2024).


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: bisnis.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

TAG :