Jepang Kucurkan Rp1.013 T untuk Stabilkan Yen, Nikkei Naik 1%

Saham News - Diposting pada 03 June 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI - Pasar saham Asia-Pasifik mengalami kenaikan pada pembukaan perdagangan hari ini menjelang rilis PMI Manufaktur China. Indeks Nikkei menguat setelah pemerintah Jepang menggelontorkan dana besar untuk menstabilkan nilai mata uang yen.

 

Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka naik 1,01%, sementara indeks Topix yang lebih luas meningkat 1,02%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 menguat 0,78%. 

 

Indeks saham Kospi Korea Selatan naik 1,26%, dan indeks Kosdaq yang berkapitalisasi lebih kecil meningkat 0,42%.

Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 18.081, menunjukkan pembukaan sedikit lebih tinggi dibandingkan penutupan HSI di 18.079,61.

 

Menurut konsensus yang dihimpun oleh Trading Economics, PMI Manufaktur China pada periode Mei diperkirakan naik sedikit menjadi 51,5 dari 51,4 pada bulan sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa sektor manufaktur China tetap berada di zona ekspansi.

 

Jepang menghabiskan rekor 9,8 triliun yen atau sekitar Rp1.013 triliun (kurs Rp103,37 per yen) dalam sebulan terakhir untuk menopang yen setelah jatuh ke level terendah dalam 34 tahun terhadap dolar AS. Angka ini melampaui intervensi pada 2022 untuk mempertahankan mata uangnya.

 

Kementerian Keuangan Jepang mengungkapkan bahwa jumlah tersebut dikeluarkan selama periode 26 April hingga 29 Mei. Angka ini melampaui perkiraan sebelumnya sebesar 9,4 triliun yen atau Rp972 triliun berdasarkan perkiraan rekening Bank of Japan dan pialang uang, serta pengeluaran sebesar 9,2 triliun yen atau Rp951 triliun untuk semua intervensi pada 2022.

 

Rekor pengeluaran ini menunjukkan komitmen pemerintah Jepang untuk melawan spekulan yang bertaruh terhadap yen. Jumlah yang besar ini juga menyoroti skala tindakan yang diperlukan untuk memberikan dampak jangka pendek pada pasar.

 

"Jumlahnya memang terlihat besar, namun sebagian besar berada dalam kisaran yang diharapkan," kata Hirofumi Suzuki, kepala strategi valuta asing di Sumitomo Mitsui Banking Corp. "Jumlahnya tidak melebihi ¥10 triliun jadi tidak terasa terlalu besar dan pasangan dolar-yen sebenarnya tidak bereaksi banyak."

 

Yen turun sekitar 0,3% ke 157,25 terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat (31/5/2024). Dalam setahun, yen telah terdepresiasi 11,52% terhadap dolar AS.

 

Yen diperkirakan akan tetap berada di bawah tekanan mengingat kesenjangan yang semakin lebar antara suku bunga di Jepang dan Amerika Serikat. Meskipun Bank of Japan akhirnya bergabung dengan Federal Reserve dalam mengetatkan kebijakan moneter, tingkat suku bunga jangka pendek Jepang masih hanya 0,1% dibandingkan dengan 5,5% di AS.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.