Bussiness | Economy
Indonesian Goods Face 10% U.S. Forced-Labor Tariff as Jakarta Continues Talks
/index.php
Teknologi Terkini - Posted on 27 March 2023 Reading time 5 minutes
Pemerintah AS terus menuntut untuk menghentikan kerja sama dengan induk TikTok asal China, ByteDance, karena khawatir data pribadi pengguna AS dapat diakses oleh pemerintah China.
Banyak perusahaan besar di AS sudah menghabiskan banyak waktu untuk menyontek fitur-fitur TikTok yang jadi pemimpin pasar, seperti Instagram yang memperkenalkan fitur Reels, Snapchat dengan Spotlight, YouTube dengan Shorts, dan bahkan Spotify dengan umpan video mirip TikTok.
Jika larangan TikTok direalisasikan, peralihan pengguna ke media sosial baru dinilai mudah dan dapat menguntungkan perusahaan teknologi Amerika seperti Snap, Instagram, dan YouTube. Bahkan jika pelarangan tidak terjadi, hal itu tetap dapat menguntungkan perusahaan-perusahaan tersebut. Perusahaan kecil seperti platform video bentuk pendek Triller dan Dubsmach juga dapat mendapatkan keuntungan dengan mengambil pembuat konten populer dari TikTok dengan bonus uang tunai, kemitraan, dan insentif lain untuk beralih platform.
Pada rapat dengar pendapat pada Kamis (23/3), CEO TikTok Shou Chew diserbu oleh anggota parlemen yang skeptis tentang upaya TikTok untuk melindungi data pengguna AS. Ada anggota parlemen yang meminta platform TikTok harus dilarang karena ByteDance yang berbasis di Beijing harus tunduk pada undang-undang permintaan data yang mengharuskannya menyerahkan data pengguna kepada pemerintah China.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital
|
DISCLAIMER Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi. |
What do you think about this topic? Tell us what you think. Don't forget to follow Digivestasi's Instagram, TikTok, Youtube accounts to keep you updated with the latest information about economics, finance, digital technology and digital asset investment.
DISCLAIMER
All information contained on our website is summarized from reliable sources and published in good faith and for the purpose of providing general information only. Any action taken by readers on information from this site is their own responsibility.