6 Negara dengan Kepemilikan Bitcoin Terbanyak, Siapa yang Paling Kaya?

Crypto News - Diposting pada 30 January 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi

DIGIVESTASI - Analisis terbaru yang diterbitkan oleh Fidelity Digital Assets (FDA) mengemukakan bahwa beberapa negara yang maju di bidang teknologi sedang memperluas cadangan Bitcoin mereka. Mana saja negara pemilik Bitcoin (BTC) terbanyak? Simak penjelasannya di artikel ini.

 

Penelitian ini memprediksi bahwa pada 2025, semakin banyak negara yang akan menempatkan Bitcoin dalam cadangan nasional mereka. Langkah tersebut bukan hanya sebagai investasi.

 

Tetapi, ini dipandang sebagai langkah untuk menghindari risiko inflasi yang merugikan dan defisit fiskal yang semakin besar. Menariknya, beberapa negara yang sudah lebih dulu memiliki Bitcoin dalam jumlah besar kini mulai terlihat mendapatkan keuntungan signifikan dari keputusan mereka.

 

6 Negara Pemilik Bitcoin (BTC) Terbanyak

Penasaran negara mana saja yang punya paling banyak Bitcoin? Berikut ini adalah 6 negara yang saat ini tercatat sebagai pemilik Bitcoin terbanyak di dunia.

 

1. Amerika Serikat (198.109 BTC - sekitar Rp323 Triliun)

Amerika Serikat tetap menjadi pemimpin dalam kepemilikan Bitcoin di dunia. Dengan sekitar 198.109 BTC (sekitar Rp323 triliun), Amerika Serikat memiliki cadangan Bitcoin terbesar, yang jumlahnya setara dengan lebih dari $20 miliar (sekitar Rp323 triliun). 

 

Negara ini telah mengembangkan berbagai kebijakan terkait crypto dan memiliki sejumlah besar perusahaan yang terlibat dalam ekosistem Bitcoin.

 

2. Cina (190.000 BTC - sekitar Rp306 Triliun)

Cina, meskipun memiliki kebijakan yang lebih ketat terhadap cryptocurrency, tetap berada di posisi kedua dalam hal kepemilikan Bitcoin. Negara ini mencatatkan jumlah sekitar 190.000 BTC (sekitar Rp306 triliun). 

 

Meskipun pemerintahnya melarang beberapa aktivitas terkait crypto, banyak perusahaan dan individu di Cina yang masih memegang Bitcoin sebagai bagian dari cadangan keuangan mereka.

 

3. Inggris Raya (61.245 BTC - sekitar Rp98 Triliun)

Inggris menjadi salah satu negara Eropa yang paling aktif dalam memanfaatkan Bitcoin. Dengan lebih dari 61.000 BTC (sekitar Rp98 triliun), negara ini menempatkan Bitcoin sebagai bagian dari strategi cadangan mata uang digital mereka. 

 

Nilai Bitcoin yang terus berkembang membuat Inggris semakin melihat potensi besar dalam memanfaatkan cryptocurrency untuk meningkatkan stabilitas ekonomi nasional.

 

4. Ukraina (46.351 BTC - sekitar Rp74 Triliun)

Di tengah krisis geopolitik yang sedang berlangsung, Ukraina juga mencatatkan dirinya sebagai pemilik Bitcoin terbanyak keempat. Negara ini memiliki sekitar 46.351 BTC (sekitar Rp74 triliun). 

 

Meskipun terkendala oleh perang, Ukraina memandang Bitcoin sebagai cadangan alternatif yang dapat memberi ketahanan terhadap mata uang dan krisis ekonomi.

 

5. Bhutan (11.688 BTC - sekitar Rp18,8 Triliun)

Bhutan, negara kecil yang dikenal dengan kebijakan kebahagiaan nasional bruto (GNH), juga memanfaatkan Bitcoin sebagai bagian dari strategi ekonomi mereka. 

 

Dengan kepemilikan sekitar 11.688 BTC (sekitar Rp18,8 triliun), negara ini telah mengambil langkah berani untuk memasukkan Bitcoin dalam kebijakan cadangan negara, terutama untuk meraih keuntungan finansial dalam jangka panjang.

 

6. El Salvador (5.961 BTC - sekitar Rp9,6 Triliun)

El Salvador menjadi negara pertama di dunia yang mengakui Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah pada 2021. 

 

Dengan sekitar 5.961 BTC (sekitar Rp9,6 triliun), El Salvador berhasil mengurangi ketergantungan terhadap mata uang asing dan mulai membangun cadangan Bitcoin sebagai bagian dari kebijakan fiskalnya yang berani.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: bittime.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.