Bos Ethereum Sumbang Rp 4,7 Miliar untuk Kuda Nil Viral Moo Deng! Ada Apa di Baliknya?

Crypto News - Diposting pada 31 December 2024 Waktu baca 5 menit

Ilustrasi Meme Coin Moo Deng

DIGIVESTASI - Mengutip laporan dari Coindesk pada Minggu (29/12/2024), Vitalik Buterin, salah satu pendiri Ethereum, mengungkapkan melalui sebuah unggahan di platform X bahwa dirinya menerima tawaran untuk mengadopsi seekor kuda nil kerdil asal Thailand yang viral, bernama Moo Deng.

 

Sebagai bagian dari adopsi ini, Buterin berencana menyumbangkan dana sebesar 10 juta baht Thailand atau setara dengan Rp 4,7 miliar kepada Khao Kheow Open Zoo, kebun binatang yang merawat kuda nil berusia lima bulan tersebut dan berlokasi di dekat Bangkok.

 

Buterin menjelaskan bahwa donasi tersebut adalah bentuk penghargaan atas keramahtamahan luar biasa yang ia terima selama menghadiri konferensi pengembang Ethereum tahunan di Thailand pada November 2024. Selain itu, langkah ini juga dimaksudkan sebagai simbol persahabatan dan penghormatan kepada negara tersebut.

 

"Apa cara yang lebih baik untuk melakukannya selain melalui hadiah Natal untuk seseorang yang begitu disayangi oleh seluruh masyarakat Thailand, Moo Deng, yang kini telah menjadi salah satu selebritas paling tak terduga dan penting di panggung dunia," tulis Buterin dalam suratnya kepada pihak kebun binatang.

 

Fenomena Moo Deng

Moo Deng menjadi perbincangan luas di awal tahun ini setelah foto-fotonya viral di dunia maya. Ia memiliki dua saudara kandung, yaitu Moo Toon, seekor kuda nil jantan, dan Moo Waan, seekor kuda nil betina.

 

Popularitas Moo Deng bahkan melahirkan sebuah memecoin bernama MOODENG di jaringan blockchain Solana. Token ini mencuri perhatian dengan mencapai kapitalisasi pasar lebih dari USD 600 juta pada November 2024, setelah tercatat di bursa besar seperti Binance dan Coinbase.

 

Moo Deng menjadi token bertema hewan pertama selain anjing atau kucing yang berhasil mencatat volume perdagangan besar-besaran. Bahkan, beberapa pengamat menyebutnya sebagai memecoin pertama dari Thailand.

Namun, meskipun sempat meraih popularitas tinggi, harga token Moo Deng kini telah merosot 60% dari puncaknya. Penurunan ini sebagian besar disebabkan karena daya tarik kuda nil viral tersebut masih terpusat di Thailand dan negara-negara tetangganya.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: liputan6.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.