3 Tips Investasi Ampuh untuk Tingkatkan Kekayaan di Tahun 2025

Edukasi - Diposting pada 31 December 2024 Waktu baca 5 menit

Ilustrasi investasi

DIGIVESTASI - Resolusi tahun baru kerap menjadi momen bagi banyak individu untuk merencanakan tujuan keuangan, seperti melunasi utang atau meningkatkan tabungan. Meski membangun kekayaan besar mungkin tidak tercapai dalam satu tahun, ada langkah-langkah strategis yang dapat membantu meningkatkan aset, terlepas dari titik awal Anda.

 

Dilansir dari CNBC pada Minggu (29/12), berikut tiga tips investasi dari para miliuner yang telah sukses membangun kekayaannya.

 

1. Pendekatan Sederhana

Strategi investasi tidak perlu rumit untuk mencapai kekayaan jangka panjang. Pendekatan sederhana sering kali lebih efektif. Salah satu cara adalah berinvestasi pada reksa dana indeks berbiaya rendah yang mengikuti pergerakan pasar.

 

Sebagai contoh, reksa dana yang mengikuti indeks S&P 500 dapat memberikan diversifikasi tanpa beban biaya manajemen yang tinggi. "Banyak orang berpikir orang kaya memiliki akses ke investasi rahasia, yang membuat mereka lebih kaya," kata Ramit Sethi, seorang ahli keuangan dan miliuner mandiri.

"Saya memiliki akses ke investasi tersebut, dan saya bisa katakan bahwa investasi itu tidak lebih baik dari reksa dana indeks sederhana seperti S&P 500," lanjutnya. Selain itu, menghindari godaan tren investasi seperti cryptocurrency atau saham tertentu yang sempat berkinerja baik juga sangat penting. Diversifikasi portofolio, menjaga risiko yang proporsional, dan berinvestasi secara konsisten lebih mungkin menghasilkan keuntungan stabil.

 

2. Mulai Lebih Awal dan Otomatisasi

Dalam membangun kekayaan, waktu adalah aset yang tak tergantikan. Memulai investasi sedini mungkin memungkinkan manfaat dari bunga majemuk. "Satu hal yang saya harap saya lakukan lebih banyak adalah menabung dan terutama berinvestasi lebih agresif," kata Steve Adcock, seorang miliuner mandiri yang pensiun dini.

 

Ia menambahkan, semakin lama seseorang berinvestasi, semakin besar peluang memiliki uang lebih banyak di masa pensiun. Adcock menyarankan untuk mengotomatisasi investasi, seperti mengatur kontribusi otomatis dari gaji ke rencana pensiun 401(k) perusahaan. Menurut Sethi, langkah ini adalah cara sederhana untuk membangun kebiasaan berinvestasi. "Saran terbaik saya untuk orang-orang di usia 20-an adalah mengatur investasi otomatis," tuturnya.

 

3. Kenali Tanda Bahaya

Tidak perlu menjadi profesional untuk memulai investasi. Namun, memilih penasihat keuangan yang salah dapat menimbulkan kerugian. Tess Waresmith, seorang miliuner mandiri, mempelajari hal ini dengan pengalaman pahit.

 

Sebelumnya, ia mengandalkan penasihat keuangan untuk mengelola tabungan hasil kerjanya di kapal pesiar. Namun, keputusan-keputusan buruk dari penasihat tersebut menyebabkan kerugian finansial. "Dengan investasi pasar saham, saya takut membuat kesalahan, jadi saya menyewa penasihat keuangan. Namun, mereka justru membuat banyak keputusan buruk atas nama saya," ungkap Waresmith.

 

Kini, Waresmith merekomendasikan memilih penasihat berbayar dengan biaya tetap, bukan yang mengambil persentase dari pendapatan investasi. Ia juga menekankan pentingnya memiliki pengetahuan dasar tentang investasi untuk mengenali tanda bahaya, seperti kurangnya transparansi dalam pengelolaan uang atau struktur pembayaran yang tidak jelas.

 

"Anda tidak perlu memiliki gelar Ph.D. dalam investasi. Membaca satu atau dua buku atau mengikuti satu kursus sudah cukup," tutupnya.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: liputan6.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

TAG :