Edukasi
Fear & Greed Index Global Tertekan Geopolitik: Sinyal Ketakutan atau Peluang di Pasar?
/index.php
Crypto News - Diposting pada 10 April 2025 Waktu baca 5 menit
Pasar cryptocurrency mulai menunjukkan pemulihan pada awal April 2025, ditandai dengan lonjakan harga signifikan pada Bitcoin (BTC) dan sejumlah altcoin. Per 8 April 2025, harga Bitcoin hampir menyentuh level $80.000, seiring dengan sentimen positif yang juga tercermin di pasar saham global. Dalam kurun 24 jam sebelumnya, kapitalisasi pasar kripto melonjak sekitar 5 persen, dari $2,35 triliun menjadi $2,53 triliun.
Analis dari Copper.co memperkirakan bahwa tren bull run Bitcoin saat ini berpotensi berlanjut hingga 200 hari ke depan dan diperkirakan mencapai puncaknya pada pertengahan 2025. Prediksi ini merujuk pada pola siklus historis pasar Bitcoin, di mana periode pertumbuhan kapitalisasi pasar tahunan hingga puncak harga rata-rata berlangsung sekitar 756 hari. Namun, potensi resesi ekonomi di Amerika Serikat tetap menjadi faktor risiko yang dapat mempengaruhi dinamika pasar secara signifikan.
Mengutip laporan dari Coin.news, Ben Armstrong, salah satu figur ternama di komunitas kripto, memprediksi bahwa fase bull run untuk Bitcoin dan XRP dimulai pada 1 April 2025. Ia memperkirakan harga Bitcoin akan mencapai puncaknya antara April hingga Juni 2025, dengan estimasi realistis di kisaran $140.000. Meski demikian, Armstrong tidak menutup kemungkinan terjadinya lonjakan harga sementara hingga $170.000 atau bahkan $180.000, namun menegaskan bahwa level tersebut kemungkinan tidak akan bertahan dalam jangka panjang.
Selain Bitcoin, sejumlah altcoin juga dinilai memiliki potensi pertumbuhan tinggi menjelang bull run 2025. Analis dari Yellow.com menyoroti Shiba Inu (SHIB) yang menunjukkan potensi breakout berkat strategi pembakaran token yang agresif. Sementara itu, XRP tetap tangguh meskipun masih menghadapi proses hukum yang belum usai.
Aptos (APT) turut mencuri perhatian dengan keunggulan pada kecepatan transaksi dan sistem keamanan yang terus disempurnakan. Di sisi lain, Hyperliquid (HYPE), platform bursa terdesentralisasi yang mengusung perdagangan derivatif kripto, dinilai unggul dengan penyelesaian hampir instan dan struktur biaya yang rendah.
Kendati tren pemulihan pasar tampak menjanjikan, investor diingatkan bahwa pasar cryptocurrency masih sangat rentan terhadap fluktuasi dan terpengaruh oleh beragam faktor eksternal, termasuk kebijakan ekonomi global serta perkembangan regulasi di berbagai negara. Oleh karena itu, para pelaku pasar disarankan untuk tetap berhati-hati, melakukan analisis menyeluruh, dan mempertimbangkan risiko secara cermat sebelum mengambil keputusan investasi.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.