Edukasi
7 Profesi Baru Bergaji Fantastis! Penghasilan Bisa Tembus Rp2 Miliar, Banyak Diburu Perusahaan
/index.php
Saham News - Diposting pada 19 May 2026 Waktu baca 5 menit
Riset teknikal dari Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan saham AMMN, BBCA, INKP, dan SMGR sebagai pilihan trading jangka pendek untuk perdagangan 18 Mei 2026. Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih berada dalam tekanan meskipun memiliki peluang rebound yang terbatas.
| Saham | Rekomendasi | Entry | Target | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|
| AMMN | Speculative Buy | 3.700 | 3.900 | 3.550 |
| BBCA | Buy if Breakout | 6.200 | 6.400 | 6.000 |
| INKP | Speculative Buy | 9.000 | 9.500 | 8.650 |
| SMGR | Buy if Breakout | 2.100 | 2.180 | 2.020 |
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas Asia
Saham AMMN turun 9,09 persen dan ditutup di level Rp3.700 pada perdagangan 13/5/2026. Secara teknikal, saham ini masih berada dalam tren bearish yang kuat setelah menembus area support penting di Rp4.510 dan Rp3.900, yang menegaskan berlanjutnya tekanan jual.
Harga saham kini bergerak jauh di bawah rata-rata pergerakan jangka menengah, sementara indikator momentum masih menunjukkan dominasi tekanan dari pihak penjual. Meski demikian, stochastic oscillator telah masuk ke area oversold yang cukup dalam, menandakan bahwa penurunan sudah terlalu tajam dan membuka peluang terjadinya rebound teknikal dalam jangka pendek.
Rekomendasi speculative buy berada di level Rp3.700 dengan stop loss Rp3.550 dan target profit Rp3.900.
Saham BBCA melemah 0,41 persen dan ditutup di level Rp6.100 pada 13/5/2026. Saat ini, saham bergerak dalam fase konsolidasi sideways setelah mengalami tren penurunan berkepanjangan, dengan pergerakan harga berada di kisaran Rp5.800 hingga Rp6.350.
Harga mulai menunjukkan tanda stabil di dekat area support Rp5.800, sedangkan pola candle terbaru mengindikasikan tekanan jual mulai mereda. Momentum penurunan juga melambat secara signifikan, yang menunjukkan pasar memasuki fase konsolidasi dibanding melanjutkan penurunan tajam.
Rekomendasi masuk diberikan jika harga berhasil breakout di atas Rp6.200, dengan stop loss Rp6.000 dan target ambil untung Rp6.400.
Saham INKP naik 0,84 persen dan ditutup di Rp9.000 pada perdagangan 13/5/2026. Saat ini saham sedang menguji area support utama di kisaran Rp8.650 hingga Rp8.700 setelah mengalami koreksi bertahap dari puncak harga sekitar Rp10.475.
Secara teknikal, saham ini masih berada dalam tren naik jangka menengah karena harga tetap bertahan di atas garis trendline ascending jangka panjang. Indikator stochastic mendekati area oversold dan mulai bergerak mendatar, yang menandakan tekanan jual mulai melemah.
Rekomendasi speculative buy diberikan di level Rp9.000 dengan stop loss Rp8.650 dan target keuntungan Rp9.500.
Saham SMGR menguat 0,84 persen dan ditutup di level Rp2.070 pada 13/5/2026. Saham ini bergerak sideways dalam fase konsolidasi setelah mengalami koreksi tajam dari area Rp3.260, dengan harga mulai stabil di dekat zona support psikologis Rp2.000 hingga Rp2.070.
Secara teknikal, saham mulai menunjukkan indikasi rebound yang ditandai oleh stochastic oscillator yang berbalik naik dari area oversold serta harga yang mulai bertahan di atas trendline ascending jangka pendek. Jika rebound berhasil berlanjut, harga berpotensi bergerak menuju resistance Rp2.180 hingga Rp2.290, sedangkan breakout di atas Rp2.460 dapat mengonfirmasi pembalikan tren bullish yang lebih besar.
Rekomendasi masuk diberikan apabila harga berhasil breakout di atas Rp2.100 dengan stop loss Rp2.020 dan target profit Rp2.180.
IHSG ditutup melemah 1,98 persen atau turun 136 poin ke level 6.723 pada perdagangan Jumat (13/5/2026). Pelemahan tersebut dipicu tekanan jual pada sektor basic materials, infrastructures, dan energy, dengan saham TPIA, BREN, dan BBRI menjadi penekan utama indeks.
Investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp1,5 triliun, sementara nilai tukar rupiah justru menguat 35 poin menjadi Rp17.465 per dolar AS.
Secara teknikal, IHSG masih membentuk pola lower highs dan lower lows serta bergerak di bawah MA55, yang mengonfirmasi dominasi tren penurunan. IHSG juga telah menembus sejumlah area support Fibonacci penting sehingga memperkuat sinyal bearish dalam jangka menengah.
Stochastic oscillator mulai memasuki area oversold, yang membuka peluang terjadinya technical rebound atau relief rally dalam jangka pendek. Namun selama IHSG belum mampu kembali menembus area resistance 7.370 hingga 7.570, tren pasar secara keseluruhan masih cenderung melemah dan risiko penurunan lanjutan tetap terbuka.
Untuk perdagangan 18 Mei 2026, IHSG diperkirakan bergerak di rentang 6.700 hingga 6.859 dengan volatilitas pasar yang masih relatif tinggi.
Rekomendasi saham AMMN, BBCA, INKP, dan SMGR mencerminkan peluang trading jangka pendek di tengah kondisi IHSG yang masih berada dalam tekanan. Pergerakan indeks masih berada dalam fase koreksi, meskipun beberapa saham mulai menunjukkan kondisi jenuh jual yang membuka potensi technical rebound.
Investor saat ini mencermati area 6.700 sebagai level support utama IHSG. Selama indeks belum mampu kembali bergerak di atas zona resistance menengah 7.370 hingga 7.570, volatilitas pasar diperkirakan masih tetap tinggi.
Sumber: bareksa.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.