Bisnis | Ekonomi
Utang Luar Negeri RI Tembus Rp7.488 Triliun! Apa Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?
/index.php
Crypto News - Diposting pada 31 December 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Pada 28 Desember, Michael Saylor menggunakan platform media sosial X untuk membagikan wawasan terkait portofolio SaylorTracker, sebuah alat pemantau pembelian Bitcoin oleh MicroStrategy.
Dalam unggahannya, Saylor menyebut adanya "garis biru yang membingungkan" pada SaylorTracker, yang memicu spekulasi mengenai potensi pembelian Bitcoin skala besar dalam waktu dekat. Selama beberapa pekan terakhir, pernyataan serupa dari Saylor sering kali menjadi pendahulu pengumuman resmi pembelian besar Bitcoin.
"Garis biru yang membingungkan di SaylorTracker," tulis Saylor dalam unggahannya.
Hingga kini, MicroStrategy telah mengakumulasi lebih dari 192.042 Bitcoin dengan total investasi sekitar $18 miliar. Dalam kurun waktu tersebut, harga Bitcoin melonjak dari $67.000 menjadi $108.000, sementara nilai saham MicroStrategy meningkat lebih dari lima kali lipat sepanjang tahun ini. Saham perusahaan kini diperdagangkan di sekitar $360, mencatat kenaikan 400% secara year-to-date.
Performa saham MicroStrategy, yang kini menjadi bagian dari Nasdaq-100, mencatat pencapaian luar biasa. Peralihan fokus perusahaan dari analitik data ke akumulasi Bitcoin telah menjadikannya pemegang publik terbesar cryptocurrency ini. Namun, pendekatan agresif tersebut tak lepas dari kritik.
Beberapa pelaku pasar berpendapat bahwa pengumuman pembelian Bitcoin oleh Saylor kerap menciptakan volatilitas di pasar. Kritikus menyebutkan bahwa setelah pembelian diumumkan, pedagang harian sering kali melakukan short selling pada Bitcoin, menyebabkan harga terkoreksi dan nilai saham MicroStrategy turun.
"Masalah dengan pembelian Saylor adalah dia mengumumkannya, lalu pedagang harian segera mulai mempersingkat Bitcoin karena mereka tahu pembeli besar sudah selesai membeli. Akibatnya, Bitcoin terkoreksi, dan saham $MSTR turun, bukan naik," ujar seorang pedagang kripto.
Selain itu, beberapa pihak menyoroti pola pembelian MicroStrategy yang tampaknya dipengaruhi oleh rencana periode pemadaman pada Januari, di mana perusahaan akan menghentikan sementara akuisisi Bitcoin.
Meski begitu, indikasi awal menunjukkan bahwa pembelian Bitcoin oleh MicroStrategy tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Sebagai bagian dari strategi ke depan, perusahaan telah mengajukan proposal untuk meningkatkan jumlah saham resmi, termasuk saham biasa Kelas A dan saham preferen.
Proposal tersebut bertujuan untuk memperluas jumlah saham Kelas A dari 330 juta menjadi lebih dari 10 miliar saham, serta saham preferen dari 5 juta menjadi 1 miliar.
Para pengamat pasar percaya bahwa langkah ini akan secara signifikan meningkatkan kapasitas MicroStrategy untuk menerbitkan saham baru di masa mendatang, sehingga memungkinkan alokasi dana tambahan untuk pembelian Bitcoin.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: beincrypto.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.