Saham News
Saham Bank Tertekan Aksi Jual Asing-Saatnya Waspada atau Justru Peluang?
/index.php
Crypto News - Diposting pada 22 July 2025 Waktu baca 5 menit
Strategy (Eks-MicroStrategy) Tambah 6.220 BTC, Total Kepemilikan Tembus 607.770 BTC
Perusahaan yang dikenal sebagai “treasury Bitcoin” terbesar, Strategy (sebelumnya MicroStrategy, ticker MSTR), kembali memperkuat posisinya sebagai pemegang Bitcoin publik terbesar di dunia. Dalam pekan yang berakhir 20 Juli 2025, perusahaan membeli 6.220 BTC senilai sekitar US$740 juta, sehingga total kepemilikan mereka kini mencapai 607.770 BTC dengan nilai mendekati US$72 miliar.
Detail Transaksi dan Sumber Dana
Pembelian dilakukan pada periode 14–20 Juli 2025 dengan harga rata-rata US$118.940 per BTC, menelan biaya sekitar US$739,8 juta. Dana akuisisi berasal dari penjualan saham biasa senilai US$736,4 juta dan tambahan US$4 juta dari preferred shares.
Laporan resmi melalui Form 8-K yang diajukan pada 21 Juli menegaskan posisi kepemilikan terbaru ini.
Skala dan Signifikansi
Dengan kepemilikan tersebut, Strategy menguasai sekitar 3,05% dari total pasokan Bitcoin global (sekitar 19,9 juta BTC yang beredar). Strategi ini dijalankan melalui pembelian mingguan yang didukung oleh program at-the-market equity dan penerbitan convertible notes, mencerminkan agenda agresif perusahaan untuk terus mengakumulasi aset digital.
Sejarah Pembelian Terbaru
7–13 Juli 2025: Strategy membeli 4.225 BTC senilai US$472,5 juta (rata-rata US$111.827/BTC), meningkatkan total kepemilikan ke 601.550 BTC.
Akhir Juni 2025: Tambahan 4.980 BTC seharga US$531,9 juta, menjadikan cadangan lebih dari 597.000 BTC.
Motivasi dan Model Bisnis
Michael Saylor, Executive Chairman Strategy, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjadikan Bitcoin sebagai aset utama pengganti kas konvensional dan instrumen lindung nilai terhadap inflasi. Pendekatan ini melanjutkan strategi “digital gold” ala MicroStrategy, namun kini dengan leverage yang lebih besar dan struktur modal lebih kompleks.
Respons Pasar dan Risiko
Saham MSTR naik sekitar 1,9% di pra-pasar dan 2% pada pembukaan sesi perdagangan setelah pengumuman. Namun, sejumlah analis memperingatkan terkait premi saham yang mencapai sekitar 70% dibanding nilai Bitcoin yang dimiliki, sehingga eksposur perusahaan terhadap fluktuasi harga BTC semakin tinggi.
Selain itu, strategi akumulasi agresif ini menciptakan risiko leverage signifikan, termasuk potensi margin call atau tekanan likuiditas saat volatilitas pasar meningkat. Jika tren bullish Bitcoin berlanjut, margin Strategy akan semakin menguntungkan dan memperkuat minat investor institusi. Namun, jika harga Bitcoin anjlok, perusahaan berisiko mengalami penurunan nilai aset (impairment) atau perlu mencari pendanaan tambahan, yang bisa menekan harga saham.
Dengan pembelian terbaru, Strategy mengokohkan diri sebagai entitas publik dengan eksposur Bitcoin terbesar, memegang lebih dari 607.000 BTC atau setara 3% pasokan global. Posisi ini menegaskan statusnya sebagai “proxy leveraged Bitcoin”, menggabungkan akumulasi agresif dan instrumen keuangan kompleks. Meskipun aksi ini memberi dorongan jangka pendek pada saham, risiko premium tinggi dan leverage tetap menjadi perhatian utama.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.