Prabowo Rajin Diplomasi ke Luar Negeri, Investasi Rp2.430 Triliun Diklaim Mengalir ke RI

Investasi Digital - Diposting pada 02 June 2026 Waktu baca 5 menit

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan amanat saat Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026). (DOK. Kemenkop)

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto berhasil menarik investasi dengan nilai mencapai Rp2.430 triliun.

 

Menurut Teddy, capaian investasi tersebut merupakan hasil dari berbagai kunjungan luar negeri yang dilakukan Prabowo selama satu setengah tahun terakhir.

 

"Total investasi yang berhasil masuk dalam kurun waktu 1,5 tahun terakhir mencapai sekitar Rp2.430 triliun berdasarkan data BKPM. Sebagai contoh nyata, setelah Presiden Prabowo melakukan kunjungan ke Jepang dan Korea bulan lalu, Indonesia langsung memperoleh tambahan investasi sekitar Rp575 triliun," ujar Teddy dalam keterangan videonya pada Senin (1/6/2026) malam.

 

Teddy juga menepis anggapan bahwa perjalanan luar negeri yang dilakukan Prabowo hanya sekadar pencitraan atau kegiatan seremonial semata.

 

Ia menambahkan bahwa keberhasilan Indonesia bergabung dengan BRICS juga tidak terlepas dari intensitas kunjungan luar negeri Prabowo serta kemampuannya membangun hubungan yang baik dengan para pemimpin negara lain.

 

"Apa manfaatnya? Saat dunia sedang menghadapi berbagai konflik dan krisis, kondisi Indonesia tetap terjaga. Persediaan BBM aman, harga BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan, dan stok pangan juga tersedia dengan baik," ujarnya.

 

Selain itu, Teddy menyebut Indonesia berhasil memperoleh tarif 0 persen untuk akses ke pasar Uni Eropa yang mencakup 25 negara. Ia menjelaskan bahwa perjanjian tersebut sebenarnya telah diupayakan sejak belasan tahun lalu, namun baru berhasil diwujudkan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo, tepatnya pada tahun 2025.

 

Teddy juga mengklaim bahwa Indonesia saat ini memiliki kekuatan pertahanan yang semakin solid berkat dukungan alutsista dari berbagai negara seperti Prancis, Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, dan sejumlah negara lainnya.

 

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Indonesia menjadi satu-satunya negara yang memiliki kawasan perkampungan haji di Arab Saudi.

 

Bahkan, menurut Teddy, pemerintah Arab Saudi sampai melakukan perubahan regulasi agar suatu negara dapat memiliki lahan yang diperuntukkan bagi kebutuhan para jemaah hajinya.

Sumber: kompas.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.