Mining Bitcoin di 2025: Masih Menguntungkan atau Sudah Tidak Layak Lagi?

Crypto News - Diposting pada 17 July 2025 Waktu baca 5 menit

Mining Bitcoin 2025: Masih Menguntungkan atau Tidak?

Aktivitas penambangan Bitcoin (BTC) pada 2025 memasuki fase yang semakin kompetitif. Harga BTC yang menembus US$120.000 pada Juli 2025 memang menciptakan peluang keuntungan, namun di sisi lain memicu lonjakan persaingan. Data mencatat network hashrate mencapai 908 EH/s dan diperkirakan menembus 943 EH/s pada akhir Mei 2025.

Kenaikan harga sekitar 20% sepanjang Mei turut mendorong profitabilitas mining naik 18,2%, menurut laporan Jefferies. Meski demikian, lonjakan hashrate membuat margin keuntungan tetap ketat. Sementara itu, kabar baik datang dari penurunan harga mesin ASIC yang signifikan—dari sekitar US$80/T-Hash pada 2022 menjadi hanya US$16/T-Hash di 2025.

 

Faktor Penentu Profitabilitas

Studi terbaru menegaskan bahwa skala dan efisiensi menjadi kunci utama. Mesin ASIC dengan efisiensi di bawah 30 J/TH kini dianggap standar untuk menjaga kelayakan usaha. Selain itu, biaya listrik menjadi faktor pembeda. Analisis CCN menunjukkan, untuk rig rumahan, tarif listrik harus berada di bawah US$0,05–0,06/kWh agar profit harian mencapai US$10. Jika tarif di atas US$0,07/kWh, peluang profit nyaris hilang.

 

Solusi populer yang kini diterapkan banyak pelaku industri adalah pemanfaatan energi terbarukan dan listrik surplus dari pembangkit. Sebuah riset di Korea Selatan menunjukkan bahwa penggunaan surplus listrik dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi beban jaringan nasional.Selain Bitcoin, altcoin seperti Dogecoin, Litecoin, dan Ethereum Classic juga menjadi pilihan bagi penambang skala kecil, mengingat persaingan lebih ringan dan kebutuhan daya lebih rendah.

 

Strategi Penambang Besar vs. Skala Rumahan

Perusahaan dengan skala besar memiliki posisi lebih aman. Sebagai contoh, Hyperscale Data mencatat pendapatan sekitar US$11,2 juta sepanjang 2025, dengan total 103,7 BTC ditambang hingga Juni dan kontribusi US$1,5 juta hanya dalam bulan Juni.

Sebaliknya, penambang individu kini harus ekstra selektif. Profitabilitas hanya mungkin dicapai di wilayah dengan tarif listrik rendah atau jika memanfaatkan energi terbarukan.

Joël Valenzuela dari Uminers menekankan bahwa mining tetap menjadi komponen penting untuk desentralisasi jaringan, sekaligus pintu masuk praktis bagi pemula.

 

Faktor Regulasi dan Sentimen Pasar

Kebijakan pemerintah turut memengaruhi iklim mining. Regulasi yang mendukung di AS dan Eropa memberi peluang pertumbuhan, meskipun kritik terhadap dampak lingkungan semakin keras.

Sentimen positif juga muncul setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif menjadikan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan strategis nasional di awal 2025. Kebijakan ini mendorong legitimasi Bitcoin di mata institusi, sekaligus memicu tantangan baru terkait regulasi dan isu lingkungan, seperti keluhan kebisingan di area pertanian AS.

 

Penambangan Bitcoin di 2025 masih menguntungkan, tetapi hanya untuk pelaku dengan skala besar, perangkat efisien, dan akses listrik murah atau energi terbarukan. Penambang rumahan harus berhitung cermat terhadap biaya, risiko volatilitas harga, dan opsi alternatif seperti altcoin mining atau bergabung dengan mining pool.

 

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.