Edukasi
Fear & Greed Index Global Tertekan Geopolitik: Sinyal Ketakutan atau Peluang di Pasar?
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 13 April 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Lautan berukuran sangat besar telah ditemukan. Letaknya jauh di bawah permukaan bumi. Menurut detikTravel, beberapa ilmuwan dari Northwestern University di Evanston, Illinois telah menemukan lautan bawah tanah yang terletak sekitar 700 km di bawah permukaan bumi.
Sumber air tanah ini dinilai sangat besar. Faktanya, luasnya diperkirakan tiga kali lebih besar dari seluruh lautan di bumi. Penemuan ini terjadi saat para ilmuwan sedang mencari sumber air di Bumi. Mereka menemukan lautan yang tersembunyi jauh di dalam mantel bumi.
Lautan luas dikelilingi oleh batu biru yang disebut ringwoodite. Lautan yang tersembunyi ini akan mengubah pemahaman umat manusia tentang asal usul air di Bumi.
Besarnya lautan yang tersembunyi ini dapat menyebabkan penilaian ulang terhadap siklus air di bumi. Jika hal ini terbukti, maka akan tersebar luas ilmu pengetahuan bahwa air di lautan bumi berasal dari air yang ada di dalam bumi.
“Ini adalah bukti penting yang mendukung gagasan bahwa air di bumi berasal dari dalam bumi,” kata peneliti Universitas Northwestern Stephen Jacobsen yang memimpin penelitian tersebut, Selasa (9/4/2024).
Untuk mengetahui keberadaan lautan bawah tanah ini diperlukan pembangunan jaringan luas sebanyak 2.000 seismometer di seluruh Amerika Serikat. Instrumen ini secara sistematis menganalisis gelombang seismik yang dihasilkan oleh lebih dari 500 gempa bumi.
Saat gelombang merambat jauh di dalam bumi, termasuk inti bumi, gelombang tersebut melambat saat menghantam batuan basah. Hal ini juga menunjukkan adanya reservoir yang besar.
Jacobsen kemudian menjelaskan pentingnya menahan air di dalam bumi, yakni menjaganya tetap di bawah permukaan bumi. Jika tidak, akan ada begitu banyak air di permukaan bumi sehingga dataran saat ini akan tergenang air.
Dengan penemuan terobosan ini, para peneliti di seluruh dunia bertujuan untuk mengumpulkan lebih banyak data seismik untuk memastikan frekuensi pencairan mantel bumi. Penemuan mereka menjanjikan untuk merevolusi pemahaman kita tentang siklus air di bumi dan memberikan perspektif baru tentang salah satu proses mendasar di bumi.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.