Peristiwa Langka: Gerhana Matahari Total Bersama Ledakan Hebat, BMKG Bongkar Dampaknya di Indonesia

Berita Terkini - Diposting pada 04 April 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI - Menjelang Idul Fitri pekan depan,  beberapa fenomena kosmik akan terjadi secara bersamaan: gerhana matahari total dan  ledakan matahari. "Menurut National Center for Atmospheric Research (NCAR), jika mengamati GMT (gerhana matahari total) pada 8 April 2024, akan terlihat terjadi ledakan di Matahari. Pandangan terhalang oleh Bulan dan keluar dari tepian." .Di sini terlihat bagaimana tepian plasma matahari meledak, kata Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Selasa (4 Februari 2024), dalam situs resminya.


BMKG menjelaskan, ledakan matahari disebabkan adanya aktivitas internal di pusat tata surya. Tingkat aktivitas berfluktuasi dalam siklus 11 tahun, dan mencapai puncaknya pada tahun ini.  Sejauh ini belum ada yang mengetahui penyebab fenomena tersebut. Namun BMKG menuliskan hal tersebut dimungkinkan karena melibatkan gaya magnet matahari atau reaksi nuklir. 

 

Dampak ledakan  bergantung pada ukurannya. Badai magnet atau geomagnetik terjadi di bumi itu sendiri. 
Hal ini terjadi karena ledakan di permukaan Matahari [korona] mengeluarkan plasma besar yang mengandung partikel bermuatan [angin matahari], bersamaan dengan medan magnet berkecepatan tinggi yang menyebar ke magnetosfer bumi,” jelas BMKG.

 

"Ejeksi massa koronal sering disebut dengan coronal mass ejection (CME). Ketika CME mengenai medan magnet di sekitar bumi [magnetosfer], lontaran partikel bermuatan akan bergerak melalui lapisan magnetosfer bumi menuju kutub utara dan selatan. Itu akan dibelokkan ke arah garis,” tambahnya. 

 

BMKG menyimpulkan dampak ledakan matahari terkait badai magnet bumi relatif tidak berbahaya bagi Indonesia. Negara ini terletak di garis lintang rendah dimana perisai bumi paling kuat. 

 

Dampak ledakan matahari berupa badai magnet bumi  relatif tidak berbahaya di wilayah lintang rendah Indonesia. Sebab, titik terkuat (magnetosfer bumi) yang melindungi bumi dari dampak radiasi partikel angin matahari terletak di lintang rendah. kata BMKG. Dikatakan . Di sisi lain, gerhana matahari total di Indonesia tidak bisa dilihat secara langsung. Fenomena 8 April juga terjadi di Meksiko, Amerika Serikat (AS), dan Kanada. 

 

Proses GMT  dimulai  pukul 22:42 WIB. Fenomena ini akan berakhir keesokan harinya pada tanggal 9 April 2024  pukul 03:52 WIB.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.