Saham News
Breaking News: Harga Minyak Dunia Melonjak, IHSG Terkoreksi Lebih dari 1%
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 07 February 2026 Waktu baca 5 menit
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) resmi memulai pembangunan enam proyek hilirisasi yang mencakup sektor energi, pertambangan, pertanian, dan peternakan melalui seremoni peletakan batu pertama.
Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa keenam proyek tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp110 triliun dan seluruh pendanaannya saat ini berasal dari Danantara. Meski demikian, pihaknya tetap membuka peluang bagi keterlibatan sektor swasta.
Rosan menjelaskan bahwa untuk saat ini pendanaan sepenuhnya dilakukan oleh Danantara, namun ke depan partisipasi dari pelaku usaha dan investor swasta sangat terbuka apabila terdapat minat untuk bergabung.
Ia menambahkan bahwa proyek-proyek tersebut diproyeksikan mampu menciptakan sekitar 3.000 lapangan kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayah operasional proyek.
Menurut Rosan, pengembangan hilirisasi tidak hanya berorientasi pada investasi semata, tetapi juga memberikan dampak berganda, mulai dari penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi daerah, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menyebutkan bahwa enam proyek hilirisasi tersebut tersebar di 13 wilayah, mengingat salah satu proyek di bidang poultry atau peternakan ayam dijalankan di enam kota berbeda.
Rosan menegaskan bahwa proyek-proyek ini mencakup sektor mineral energi dan agroindustri yang menjadi fondasi utama transformasi ekonomi nasional ke depan. Oleh karena itu, proyek hilirisasi menjadi prioritas Presiden RI Prabowo Subianto karena dinilai memberikan dampak langsung bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa kontribusi proyek hilirisasi terhadap investasi nasional terus meningkat setiap tahun. Pada 2025, sektor ini menyumbang sekitar 30% dari total realisasi investasi di Indonesia atau setara Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Rosan juga menjelaskan bahwa sebelumnya aktivitas hilirisasi lebih terpusat di wilayah tertentu, khususnya kawasan Indonesia Timur seperti Maluku, Maluku Utara, dan Sulawesi. Ke depan, pemerintah berharap penyebaran proyek hilirisasi dapat semakin merata di berbagai daerah.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.