Saham News
Bank Stocks Under Pressure from Foreign Selling-Risk or Buying Opportunity?
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Posted on 07 May 2024 Reading time 5 minutes
DIGIVESTASI - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan ketakutan yang dihadapi seluruh negara di dunia. Wakil Menteri Keuangan Suahashiru Nazara menanggapinya. Ada tiga hal yang menjadi perhatian setiap negara: harga minyak, suku bunga pinjaman, dan nilai tukar. Suahasil mengatakan, kementerian terus mencermati permasalahan tersebut.
Ya, ada beberapa variabel yang mempengaruhi pos pengeluaran kita dan mempengaruhi APBN, ”ujarnya, Senin (5 Juni 2024) di Kompleks Istana Kepresidenan. Ia mengatakan, harga minyak dunia mempengaruhi nilai subsidi dan kompensasi yang ditawarkan.
Terkait dengan suku bunga pinjaman global juga mempengaruhi perkembangan perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Di sisi lain, nilai tukar juga berdampak besar terhadap APBN, apalagi saat ini nilai mata uang Rupiah sedang terpuruk.
“Kami akan terus memberikan perhatian khusus bagaimana dampaknya terhadap APBN. Kami memperhitungkan pergerakan APBN setiap bulannya dan akan dikonfirmasi saat kami melaporkannya.” Sebelumnya pada Senin (5 Juni 2024) pada Konferensi Perencanaan Pembangunan Nasional yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center di Senayan, Jakarta. Jokowi mengungkapkan ketakutan yang dihadapi seluruh negara di dunia saat ini.
“Saat ini, semua negara takut pada tiga hal, dan mereka sangat takut terhadapnya. Yang pertama adalah harga minyak, dan yang kedua adalah suku bunga pinjaman anggaran. “Semua orang takut dengan masalah ini karena bebannya akan sangat tinggi,” ujarnya. Jokowi mengatakan, pemerintah perlu berhati-hati dalam mengelola setiap rupiah anggaran yang tersedia.
Lebih lanjut Kepala Negara menyatakan, Indonesia mempunyai rencana pembangunan jangka panjang, rencana pembangunan jangka menengah, dan rencana kerja pemerintah. Namun yang masih belum jelas adalah apakah hal tersebut konsisten dengan rencana besar pemerintah.
“Ini adalah sesuatu yang belum terjadi, jadi sinkronisasi itu penting.” Saya contohkan pemerintah pusat membangun bendungan. Fasilitas irigasi utama dibangun kembali. Namun pengairan sekunder dan tersier sampai ke sawah tidak dilakukan. Airnya tidak sampai ke sawah kita, kata Jokowi.
Source: cnbcindonesia.com
What do you think about this topic? Tell us what you think. Don't forget to follow Digivestasi's Instagram, TikTok, Youtube accounts to keep you updated with the latest information about economics, finance, digital technology and digital asset investment.
DISCLAIMER
All information contained on our website is summarized from reliable sources and published in good faith and for the purpose of providing general information only. Any action taken by readers on information from this site is their own responsibility.