Kerajaan Bisnis Mark Zuckerberg Kian Menggurita, Deretan Perusahaan Ini Sudah Diakuisisi

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 13 March 2026 Waktu baca 5 menit

Mark Zuckerberg memberikan sambutan dalam upacara wisuda ke-366 Universitas Harvard pada Kamis (25/5/2017).(Paul Marotta / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP )

Meta kembali menambah satu platform baru ke dalam jajaran bisnisnya selain Instagram dan Facebook. Platform bernama Moltbook kini resmi menjadi bagian dari perusahaan tersebut setelah diakuisisi oleh raksasa teknologi yang didirikan oleh Mark Zuckerberg.

 

Meta telah mengonfirmasi proses akuisisi terhadap platform agen AI tersebut. Dalam kesepakatan itu juga disebutkan bahwa CEO Matt Schlist dan COO Ben Parr akan bergabung dan bekerja di unit Meta Superintelligence Labs (MSL) milik perusahaan.

 

“Bergabungnya tim Moltbook ke MSL membuka peluang baru bagi agen AI untuk bekerja melayani masyarakat maupun dunia bisnis,” ujar juru bicara Meta, sebagaimana dikutip dari CNBC Internasional pada Rabu (11/3/2026).

 

Ia menambahkan bahwa pendekatan Moltbook yang menghubungkan agen AI dengan direktori aktif merupakan langkah baru dalam bidang teknologi yang tengah berkembang dengan sangat cepat tersebut.

 

Sebelumnya, laporan dari Axios menyebutkan bahwa kesepakatan akuisisi tersebut diperkirakan akan rampung pada pertengahan Maret. Sementara itu, Schlist dan Parr dijadwalkan mulai bekerja di unit bisnis Meta pada 16 Maret 2026.

 

Moltbook dengan cepat menjadi viral di internet berkat kemampuan model dasar yang digunakannya, yaitu OpenClaw. Model ini sebelumnya dikenal dengan nama Clawdbot, dan Moltbot memiliki kemampuan untuk menyelesaikan berbagai tugas langsung pada sistem operasi pengguna.

 

OpenClaw juga disebut sebagai kecerdasan buatan yang benar-benar mampu melakukan berbagai pekerjaan secara nyata. Sebagian besar agen yang ada di dalamnya dibangun menggunakan platform Moltbook.

 

Platform tersebut dirancang khusus untuk agen AI, yang dapat bergabung secara otomatis setelah pengguna manusia membagikan tautan pendaftaran.

 

CNBC Internasional menjelaskan bahwa OpenClaw telah mendorong agen AI masuk ke arus utama teknologi. Teknologi ini berfungsi sebagai asisten yang mampu membantu mengelola berbagai aktivitas seperti mengatur kalender, mengirim email, hingga melakukan belanja secara daring.

 

Meta sendiri memiliki rekam jejak panjang dalam mengakuisisi startup lain yang dinilai sejalan dengan visi masa depan perusahaan. Instagram, WhatsApp, Scale AI, dan Oculus VR merupakan beberapa contoh perusahaan rintisan yang sebelumnya sempat menjadi pesaing sebelum akhirnya diakuisisi oleh raksasa teknologi tersebut.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.