Rahasia Dividen Cuan! Cara Lo Kheng Hong Raup Untung Besar dari Saham Bank

Saham News - Diposting pada 29 April 2026 Waktu baca 5 menit

Pasar saham Indonesia hingga kini masih belum menunjukkan tanda pemulihan. Kondisi ini terlihat dari posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih berada di kisaran level 7.000-an akibat dampak ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Akibatnya, harga saham-saham di Indonesia mengalami penurunan signifikan, termasuk sektor perbankan yang sebelumnya menjadi favorit investor.

 

Meski demikian, investor saham yang sukses, Lo Kheng Hong, menyampaikan bahwa prospek saham di sektor perbankan tetap sangat cerah karena didukung oleh kinerja yang solid.

 

“Tentu saja masih menjanjikan ke depannya,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, dikutip pada Selasa (28/4/2026).

 

Ia menjelaskan bahwa saham perbankan, khususnya bank besar milik pemerintah, masih sangat menarik karena mampu memberikan keuntungan yang cukup besar. Hal ini dibuktikan dari pengalamannya memperoleh keuntungan melalui kepemilikan saham di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

 

Pada Maret 2025, Lo Kheng Hong pernah mengungkapkan bahwa dirinya menerima dividen dalam jumlah besar dari investasi pada bank yang berfokus pada sektor UMKM tersebut. Saat itu, ia memiliki sebanyak 64.636.000 lembar saham dan berhasil meraih keuntungan sebesar Rp13,47 miliar.

 

Menurutnya, dividen yang diberikan oleh bank-bank milik negara memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan keuntungan dari produk perbankan seperti deposito dan obligasi.

 

“(Saham bank BUMN) sangat menarik, dividend yield bank besar milik pemerintah mencapai 10%, lebih tinggi dibandingkan deposito dan obligasi,” katanya.

 

Ia juga sempat menyatakan bahwa dirinya tidak mengurangi maupun menjual kepemilikan sahamnya sebelum tanggal cum dividen.

 

Sebelumnya, Lo Kheng Hong juga pernah menyampaikan bahwa penurunan harga saham yang terjadi saat ini disebabkan oleh keluarnya dana asing dari pasar modal, yang bahkan turut menekan harga saham-saham unggulan (blue chip) secara signifikan.

 

“Dana asing keluar, harga saham blue chip turun cukup dalam,” ujarnya.

Meskipun demikian, hal tersebut tidak membuatnya meninggalkan pasar saham. Justru, ia memanfaatkan kondisi ini untuk membeli saham-saham dengan kinerja yang baik karena menilai situasi saat ini sebagai peluang yang menarik.

 

“Oleh karena itu, saya menarik seluruh dana dari reksa dana, mencairkan deposito, dan menjual semua obligasi untuk membeli saham perusahaan bagus yang sedang dijual murah oleh investor asing,” tutupnya.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.