Saham News
Breaking News: Harga Minyak Dunia Melonjak, IHSG Terkoreksi Lebih dari 1%
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 18 February 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadi tuan rumah bagi perusahaan migas yang berminat melakukan penelitian bersama di lapangan Natuna D-Alpha yang kaya gas. Kepastian itu disampaikan Direktur Migas Kementerian ESDM Tutka Aliazi setelah lelang tahun lalu untuk lapangan yang merupakan bagian dari lapangan East Natuna itu gagal menemukan pemenang lelang.
“Sekarang sudah ada yang berminat belajar bersama,” kata Tutka kepada Bisnis (Minggu (18 Februari 2024)). Lapangan Natuna D-Alpha dilelang pada Selasa (25 Juli 2023) pada putaran reguler Konvensi & Pameran IPA ke-47 yang digelar di ICE BSD Tangerang. Namun hingga penawaran ditutup pada 15 Desember 2023, belum ada perusahaan migas yang berminat mengembangkan lapangan gas tersebut.
Tutka menjelaskan, Kementerian berencana memasukkan sistem pajak dan royalti ke dalam sistem kontrak berisiko tinggi di ladang minyak dan gas. Namun, dia mengatakan kementerian masih menunggu pembahasan lebih lanjut mengenai perubahan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi Nomor 22 Tahun 2001 (UU Migas).
“Pajak dan royalti mungkin lebih menarik, tapi perlu landasan hukumnya. Padahal, kita menunggu UU Migas tahun lalu yang belum jadi, tapi akan keluar tahun ini. masa depan,” katanya. Berdasarkan dokumen lelang, D-Alpha terletak di lepas pantai Natuna Timur dan memiliki luas 10.291,03 kilometer persegi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral meminta peserta lelang untuk membuat komitmen definitif lima tahun yang terdiri dari eksplorasi dan pengeboran untuk GGRPE.
Sebelumnya, Kementerian ESDM telah mengalihkan hak pengelolaan dua lapangan lain di lapangan East Natuna, yakni lapangan Arwana dan lapangan Barakda, kepada PT Pertamina East Natuna, anak usaha PT Pertamina Hulu Energy (PHE). Selama 50 tahun, sejak penemuannya pada tahun 1973, nasib prospek Natuna Timur masih simpang siur.
Ladang gas yang sangat besar ini belum dikembangkan. Padahal, cadangan gas East Natuna merupakan yang terbesar di Indonesia, yakni mencapai 2,5 kali lipat luas lapangan Masela. Namun pengelolaan blok ini tidak mudah karena kandungan CO2nya melebihi 70%. Lapangan East Natuna memiliki cadangan gas sebesar 222 triliun kaki kubik (Tcf), berdasarkan perhitungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Namun bila kadar CO2 melebihi 70%, jumlah gas yang dapat dihasilkan dari blok tersebut kemungkinan hanya sekitar 46 Tcf.
ExxonMobil awalnya tertarik untuk mengerjakannya dan diberikan hak pengelolaan pada tahun 1980. Namun karena kurangnya kemajuan, pemerintah membatalkan kontrak tersebut pada tahun 2007. Setahun kemudian, lapangan East Natuna diserahkan kepada Pertamina. ExxonMobil bergabung kembali pada tahun 2010, bersama dengan Total dan Petronas. Posisi Petronas kemudian digantikan oleh perusahaan Thailand, PTT Eksplorasi dan Produksi (PTT EP). Sayangnya, konsorsium tersebut bubar di tengah jalan. ExxonMobil memutuskan untuk menarik diri pada tahun 2017.
Pasalnya, perusahaan-perusahaan AS menganggap blok ini tidak layak untuk diinvestasikan. PTT EP mengikuti jejak ExxonMobil yang juga memutuskan untuk tidak melanjutkan konsorsium dengan Pertamina saat ini. Pertamina selanjutnya akan memproses pengembalian Natuna D-Alpha kepada pemerintah pada akhir tahun 2022. Namun, Pertamina tetap menguasai sebagian lapangan East Natuna, yakni lapangan Arwana dan Barrakda.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.