Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Edukasi - Diposting pada 08 February 2025 Waktu baca 5 menit
Emas sering disebut sebagai salah satu instrumen investasi terbaik di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ketika aset lain seperti saham mengalami volatilitas tinggi, harga emas cenderung menunjukkan tren kenaikan yang lebih stabil.
Namun, untuk mendapatkan keuntungan maksimal, investasi emas harus dilakukan dengan strategi yang tepat. Berikut beberapa tips dari para ahli agar investasi emas semakin menguntungkan:
Sebelum mulai berinvestasi emas, penting untuk menentukan tujuan investasi—apakah untuk jangka panjang atau jangka pendek. Tujuan ini akan mempengaruhi jenis emas yang dipilih, apakah dalam bentuk batangan atau perhiasan.
Budi Rahardjo, Perencana Keuangan dari One Shield Consulting, menjelaskan bahwa dalam investasi, perlu mempertimbangkan beberapa aspek, seperti tujuan finansial, tingkat risiko yang dapat diterima, ekspektasi keuntungan, serta pemahaman terhadap instrumen investasi.
Selain itu, investor juga perlu menentukan berapa keuntungan yang diharapkan dan risiko yang siap ditanggung sebelum memutuskan untuk membeli emas.
"Dalam jangka pendek, harga emas memang bisa berfluktuasi, meskipun tidak sebesar aset berisiko tinggi seperti saham," ujar Budi kepada CNN Indonesia.
Budi menyarankan agar pembelian emas disesuaikan dengan kemampuan finansial. Jika memiliki kelebihan dana, investor bisa membeli emas dalam jumlah besar sekaligus. Namun, jika kondisi keuangan terbatas, pembelian bertahap bisa menjadi solusi.
Meski demikian, ada kelemahan dalam membeli emas secara bertahap, yaitu investor mungkin tidak memperoleh harga terbaik dibandingkan dengan pembelian dalam jumlah besar sekaligus.
"Misalnya, seorang pensiunan yang menerima dana pensiun dalam jumlah besar dapat mengalokasikan dananya ke beberapa instrumen investasi, termasuk emas, sebagai langkah diversifikasi portofolio," tambahnya.
Investasi emas umumnya memberikan keuntungan maksimal dalam jangka panjang. Oleh karena itu, dana yang digunakan sebaiknya bukan berasal dari tabungan darurat.
"Dari pengamatan kami, investasi emas baru menguntungkan setelah lebih dari 5-7 tahun," jelas Budi.
Sementara itu, Andi Nugroho, Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE), menyebutkan bahwa dalam beberapa kasus, keuntungan dari emas sudah bisa dirasakan dalam waktu satu tahun.
"Jika harga buyback emas lebih tinggi dibandingkan saat membelinya, maka emas bisa langsung dijual untuk meraih keuntungan jangka pendek," ujar Andi.
Untuk investasi emas secara bertahap, Andi menyarankan agar menyisihkan 10 persen dari penghasilan setiap bulan.
"Jika jumlah tersebut belum cukup untuk membeli emas, bisa ditabung terlebih dahulu hingga dana mencukupi," kata Andi.
Jenis emas yang dipilih juga perlu disesuaikan dengan tujuan investasi. Andi merekomendasikan emas batangan dibandingkan perhiasan karena memiliki harga jual yang lebih stabil.
"Harga emas batangan lebih sesuai dengan harga pasar saat dijual kembali. Sementara perhiasan bisa dikenakan biaya peleburan dan pencetakan ulang, sehingga harga jualnya bisa lebih rendah," pungkasnya.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: cnnindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.