Bisnis | Ekonomi
Purbaya Yudhi Sadewa Tolak Pinjaman Rp514 Triliun dari IMF & Bank Dunia-Ini Alasan di Baliknya
/index.php
Edukasi - Diposting pada 25 August 2025 Waktu baca 5 menit
Investor asal Amerika Serikat sekaligus penulis buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, membagikan pelajaran keuangan kepada para pengikutnya di media sosial X. Kali ini, ia menyampaikan pandangan kontroversial bahwa “uang justru dapat membuat individu maupun negara menjadi lebih miskin” dalam banyak kasus.
Kiyosaki memberikan sejumlah contoh untuk memperkuat pendapatnya dan mendorong masyarakat agar meningkatkan literasi keuangan demi menghindari kesalahan serupa. Ia selama ini dikenal sebagai pendukung kuat perubahan pola pikir tentang uang, yang menurutnya harus dipandang sebagai alat menciptakan kekayaan tambahan, bukan hanya sesuatu yang dihasilkan lalu dihabiskan.
“Dalam banyak kasus, uang menyebabkan orang dan negara semakin miskin,” ungkap Kiyosaki.
Ia mencontohkan para atlet profesional yang menerima jutaan dolar selama kariernya. Namun, laporan menunjukkan bahwa 65% dari mereka bangkrut dalam waktu tujuh tahun setelah pensiun.
Fenomena serupa juga dialami para pemenang lotere atau penjudi yang memenangkan jutaan dolar, tetapi akhirnya kehilangan segalanya dan jatuh miskin dalam waktu singkat.
“Lihatlah pekerja rata-rata, banyak yang hidup hanya dari gaji ke gaji dan pada akhirnya meninggal dalam keadaan miskin,” tulis Kiyosaki di X, seperti dikutip Financial Express, Senin (25/8/2025).
Menurutnya, hal ini sering kali terjadi karena “pengasuhan oleh orang tua yang miskin serta pendidikan keuangan yang minim.”
"Oleh karena itu, carilah mentor dan teman yang kaya, seperti penasihat di buku Rich Dad saya—mereka semua menulis tentang uang, tantangan hidup, bisnis yang berorientasi misi, dan kewirausahaan yang berhasil. Mengapa memenangkan lotre tapi akhirnya bangkrut? Atau mengapa harus bekerja seumur hidup hanya untuk mati miskin? Anda sebenarnya jauh lebih cerdas dari itu,” tegasnya.
Dalam unggahan yang sama, Kiyosaki juga memperingatkan potensi kejatuhan besar-besaran di pasar saham.
Ia telah berulang kali menyampaikan kekhawatirannya tentang penurunan ekonomi yang tajam dalam beberapa bulan terakhir, serta menyarankan emas dan perak sebagai alternatif investasi yang lebih aman.
Selain itu, ia juga mendorong masyarakat untuk berinvestasi pada aset kripto seperti Bitcoin, namun mengingatkan agar tidak melakukannya secara gegabah.
Pada unggahan sebelumnya di pertengahan Juli, Kiyosaki menegaskan bahwa ia tidak akan membeli Bitcoin lagi hingga menilai perkembangan pasar.
“Indikator kejatuhan pasar saham memperingatkan akan terjadinya penurunan besar. Ini adalah kabar baik bagi pemilik emas, perak, dan Bitcoin. Namun tetap menjadi berita buruk bagi generasi Baby Boomer yang hanya memiliki sedikit tabungan pensiun,” tulisnya.
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.