Teknologi Terkini
China Jadi Nomor Satu! Aliran Dana Tembus Rp283 Triliun-Dari Mana Sumbernya?
/index.php
Saham News - Diposting pada 17 April 2026 Waktu baca 5 menit
Investor asing masih terus mencatatkan arus keluar dari pasar saham Indonesia, dengan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar kembali menjadi target utama aksi jual pada perdagangan Kamis (16/4/2026).
Berdasarkan data perdagangan, investor asing membukukan jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp982,3 miliar di seluruh pasar. Dibandingkan dengan hari sebelumnya, nilai jual bersih tersebut sedikit mengalami penurunan.
Aksi jual tersebut terfokus pada saham-saham bank besar. Bank Central Asia (BBCA) mencatat net foreign sell terbesar yakni Rp369 miliar, diikuti oleh Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Mandiri (BMRI) di posisi berikutnya.
Meski mendapat tekanan jual dari investor asing, pergerakan saham BBRI berbeda dibandingkan BBCA dan BMRI. Harga saham BBRI justru naik 0,29%, sementara BBCA turun 0,38% dan BMRI melemah 0,22%.
Di sisi lain, tekanan jual juga terjadi pada saham sektor energi dan komoditas seperti BUMI, ADMR, dan ANTM, yang menunjukkan bahwa belum ada rotasi dana asing yang signifikan ke sektor tersebut.
Berikut 10 saham dengan nilai net foreign sell terbesar pada perdagangan sebelumnya:
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp369,0 miliar
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp302,5 miliar
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp160,0 miliar
PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) - Rp128,1 miliar
PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp47,6 miliar
PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) - Rp33,9 miliar
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) - Rp33,1 miliar
PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp32,8 miliar
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) - Rp31,5 miliar
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) - Rp26,4 miliar
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada perdagangan Kamis (16/4/2026) setelah bergerak naik turun sepanjang hari.
IHSG berakhir di level 7.621,38, turun 2,21 poin atau 0,03%. Sejak awal perdagangan, indeks sempat berada di zona hijau dan mencapai level tertinggi di sekitar 7.705, namun tekanan jual meningkat menjelang siang hingga IHSG sempat turun ke kisaran 7.575.
Pada sesi kedua, IHSG sempat mencoba bangkit, tetapi akhirnya kembali ditutup tipis di zona merah. Tercatat 385 saham naik, 326 saham turun, dan 248 saham tidak berubah.
Dari sisi aktivitas, nilai transaksi tergolong ramai dengan total sekitar Rp17,88 triliun dan volume perdagangan mencapai 37,19 miliar saham, dengan frekuensi sekitar 2,58 juta kali transaksi.
Kapitalisasi pasar tercatat berada di kisaran Rp13.584 triliun.
Mengacu pada data Refinitiv, pergerakan IHSG didukung oleh saham Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ) yang menyumbang 8,64 poin indeks. Saham perusahaan rumah sakit milik Dato Sri Tahir tersebut melonjak 15,27% ke level 15.100.
Sumber: cnb
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.