IHSG Hari Ini Berpotensi Bergerak! Rekomendasi Saham Terbaik Jumat, 8 Mei 2026

Saham News - Diposting pada 08 May 2026 Waktu baca 5 menit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis (7/5/2026) di level 7.174,32 setelah menguat. Penguatan indeks didukung oleh kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti PANI, BBRI, dan BBCA. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 1,15% atau bertambah 81,85 poin ke posisi 7.174,32. Pada awal perdagangan, indeks dibuka di level 7.160,78 dan sempat mencapai titik tertinggi di 7.207,07. Tercatat sebanyak 361 saham mengalami kenaikan, 295 saham melemah, dan 160 saham bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp12.808 triliun.

 

Di antara saham-saham big caps, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) mencatat kenaikan terbesar dengan penguatan 6,65% ke level Rp9.225 per saham. Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik 4,75% menjadi Rp3.310 per saham.

 

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga menjadi penopang penguatan IHSG setelah meningkat 4,62% ke posisi Rp6.225. Selain itu, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) turut menguat sebesar 4,05% menjadi Rp1.540 per saham.

 

Di sisi lain, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) mencatat pelemahan terdalam dengan penurunan 10,20% ke level Rp5.725 per saham. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) juga turun 7,20% menjadi Rp4.640 per saham.

 

Untuk kategori top gainers, saham PT Dua Putra Utama Makmur Tbk. (DPUM) melonjak 35% menjadi Rp162 per saham, sedangkan saham PT Sinergi Inti Tbk. (ESIP) naik 34,15% ke posisi Rp220 per saham. Sementara itu, saham dengan penurunan terbesar atau top losers ditempati oleh PT Ricky Putra Globalindo Tbk. (RICY) yang melemah 11,90% menjadi Rp111 per saham, serta PT Haloni Jane Tbk. (HALO) yang turun 10,99% ke level Rp81 per saham.

 

Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menyebut IHSG sempat menguat 0,36% ke level 7.117,97 pada sesi pertama perdagangan seiring mulai meredanya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Dari sisi teknikal, ia menjelaskan bahwa indeks berhasil ditutup di atas MA5, disertai penyempitan area negatif pada histogram MACD serta stochastic RSI yang bergerak naik dari area oversold.

 

Menurutnya, kombinasi indikator tersebut menunjukkan peluang IHSG untuk melanjutkan penguatan dan berpotensi menguji level 7.125 pada sesi perdagangan berikutnya.

 

Sementara itu, Samuel Sekuritas memproyeksikan IHSG berada di level 7.500 pada tahun ini dalam skenario dasar. Adapun saham ANTM, BUMI, dan BULL masuk dalam daftar Top Buys dari broker berkode IF tersebut.

 

Head of Research Samuel Sekuritas, Prasetya Gunadi, menjelaskan bahwa proyeksi dasar tersebut didasarkan pada perkiraan pertumbuhan laba sebesar 2% tahun ini, dengan fair price to earnings ratio (P/E) sebesar 12,3 kali dan earnings per share (EPS) di level 606,7.

 

Untuk skenario bearish, IHSG diperkirakan berada di level 6.300 dengan asumsi pertumbuhan laba minus 3%, fair P/E ratio 10,9 kali, dan EPS sebesar 577. Sementara dalam skenario optimistis, IHSG diproyeksikan dapat mencapai level 8.000 dengan asumsi pertumbuhan laba 5%, fair P/E ratio 12,9 kali, serta EPS sebesar 624,6.

 

Faktor makro utama yang mendasari asumsi tersebut adalah pergerakan nilai tukar rupiah. Dalam skenario dasar, nilai tukar rupiah diperkirakan berada di kisaran Rp17.500 per dolar AS. Untuk skenario terburuk, rupiah diasumsikan melemah ke atas Rp18.000 per dolar AS, sedangkan dalam skenario bullish rupiah diperkirakan menguat ke bawah Rp17.000 per dolar AS.

 

Prasetya menambahkan bahwa jika kurs dolar AS terhadap rupiah melampaui Rp18.000, kondisi tersebut akan berdampak pada sektor consumer staples serta kualitas aset perbankan. Selain itu, kenaikan harga minyak juga menjadi perhatian karena dalam skenario pertumbuhan minus 3%, harga minyak diasumsikan telah melampaui US$120 per barel.

Sumber: bisnis.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.