Ngeri! Ini Dampak ke Indonesia Jika Dolar AS Tembus Rp20.000

Saham News - Diposting pada 01 July 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI -  Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah: Pemerintah Dihimbau Waspada. Kekuatan Dolar Amerika Serikat (AS) belakangan ini menyebabkan nilai tukar rupiah terpuruk. Ekonom senior dan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), Telisa Aulia Falianty, mengingatkan pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas terkait untuk ekstra hati-hati dalam mengawal rupiah.

 

Telisa menyebutkan, jika nilai tukar dolar terhadap rupiah menembus angka Rp 17.000/US$, dampak ekonomi yang lebih besar akan dirasakan oleh masyarakat Indonesia, meskipun tidak akan sebesar krisis moneter tahun 1997-1998.

 

"Dulu, overshoot-nya dari Rp 5.000 ke Rp 17.000. Kalau sekarang dari Rp 14.000 ke Rp 17.000, jadi belum krisis. Krisis itu mungkin kalau mencapai Rp 20.000," tegas Telisa kepada CNBC Indonesia, Minggu (30/6/2024).

 

Telisa juga mewanti-wanti pemerintah dan otoritas moneter untuk tidak membiarkan kurs rupiah menembus level Rp 16.500/US$. Menurutnya, jika level psikologis ini terlewati dari kisaran Rp 16.400/US$, sentimen negatif pelaku pasar keuangan akan terus meningkat, sulit dijinakkan, dan berpotensi merosot sampai Rp 17.000/US$.

 

"Probability ke Rp 17.000/US$ ada. Setelah Rp 17.000 mungkin ada equilibrium baru," jelas Telisa.

Dalam rapat kerja dengan Bank Indonesia (BI) Senin (24/6/2024), Anggota Komisi XI dari Fraksi PDIP, Eriko Sotarduga, menyatakan keheranannya terhadap tekanan yang dialami rupiah belakangan ini. Menurutnya, tekanan terhadap rupiah tidak bisa dianggap sepele.

 

"Ke depan evaluasi harus lebih sering, mungkin sebulan sekali. Ini tidak bisa dianggap biasa-biasa saja," ujarnya, Selasa (25/6/2024).

 

"Gimana kalau sampai Rp 17.000, Rp 18.000, atau Rp 20.000? Itu skenario yang harus dipersiapkan. Bu Destry dan kawan-kawan sangat berpengalaman, apa langkah yang akan dilakukan dalam situasi pemerintahan yang akan berakhir dan transisi pemerintahan?" tandasnya.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.