Edukasi
Fear & Greed Index Global Tertekan Geopolitik: Sinyal Ketakutan atau Peluang di Pasar?
/index.php
Teknologi Terkini - Diposting pada 31 March 2023 Waktu baca 5 menit
Walt Disney, perusahaan hiburan terbesar di dunia, telah menutup divisi metaverse-nya. Keputusan ini terkait dengan rencana restrukturisasi perusahaan dan pemangkasan 7.000 karyawan dalam dua bulan ke depan. CEO Walt Disney Bob Iger sebelumnya telah menyampaikan rencana pemangkasan tersebut pada Februari lalu, dan kini melalui memo internal perusahaan pada Selasa (28/3/2023), Iger kembali mengumumkan bahwa proses pemangkasan bakal dilakukan pada awal minggu ini.
Divisi metaverse Disney terdiri dari 50 karyawan dan dipimpin oleh mantan eksekutif produk konsumen Disney, Mike White. Divisi ini bertanggung jawab untuk menemukan cara agar perusahaan dapat menyampaikan ceritanya dengan gaya yang lebih interaktif dan menggunakan format teknologi yang baru. Namun, dengan keputusan restrukturisasi dan pemangkasan karyawan, seluruh anggota tim metaverse telah kehilangan pekerjaan mereka. Konon, pemimpin divisi metaverse dikabarkan tidak kena imbas PHK.
Pada Februari 2022, mantan CEO Walt Disney, Robert Alan Chapek menunjuk White sebagai kepala tim divisi metaverse. Chapek menyampaikan tujuan dibentuknya divisi metaverse adalah untuk menciptakan paradigma baru terhadap konsumen, di mana siapapun yang terlibat dalam kisah yang dibagikan Disney dapat merasakan pengalaman yang berbeda. Namun, strategi metaverse Disney tampak abu-abu dan penuh ketidakjelasan setelah setahun berjalan, di mana berbagai macam rencana dan ekspektasi yang telah disusun pun dianggurkan begitu saja tanpa kejelasan.
Disney bukanlah satu-satunya perusahaan yang gagal mewujudkan ambisi metaverse-nya. Perusahaan teknologi Meta yang dipimpin Mark Zuckerberg juga pernah gagal meluncurkan produk metaverse-nya, yakni Meta Quest Pro. Divisi Meta yang berfokus pada pengembangan produk metaverse, Reality Labs Meta juga mengalami kerugian operasional sebesar 13,72 miliar dollar AS di tahun lalu.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital
|
DISCLAIMER Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi. |
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.