3 Faktor Utama yang Akan Membuat Harga Bitcoin Meroket di 2025

Crypto News - Diposting pada 07 January 2025 Waktu baca 5 menit

Ilustrasi Bitcoin

DIGIVESTASI – CEO Marathon Digital Holdings (MARA), perusahaan penambangan Bitcoin, Fred Thiel, dalam wawancara terbaru dengan FOX Business, menyebutkan beberapa faktor yang berpotensi mendorong harga Bitcoin lebih tinggi pada tahun 2025. Thiel menjelaskan bahwa cadangan Bitcoin di AS, meningkatnya adopsi institusional melalui dana yang diperdagangkan di bursa Bitcoin, dan kemungkinan terciptanya lingkungan regulasi yang lebih ramah di bawah pemerintahan Trump yang akan datang, menjadi pendorong utama bagi harga Bitcoin.

 

Dalam perkembangan terkait, sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh pendukung Bitcoin, Michael Saylor, menunjukkan bahwa 77,7 persen dari 65.164 peserta berencana meningkatkan kepemilikan Bitcoin mereka pada tahun mendatang. Temuan ini sejalan dengan pergeseran strategi MARA, di mana perusahaan tersebut telah menerapkan kebijakan perbendaharaan baru dengan tujuan mempertahankan seluruh Bitcoin yang ditambang. Kebijakan ini mengakibatkan kepemilikan MARA meningkat pesat, dari 15.174 Bitcoin di awal tahun sebelumnya menjadi 44.394 Bitcoin pada akhir 2024.

 

Cadangan Bitcoin MARA, yang saat ini bernilai sekitar USD 4,3 miliar, menempatkannya sebagai pemegang Bitcoin terbesar kedua di antara perusahaan yang diperdagangkan secara publik, setelah MicroStrategy yang memiliki 446.400 Bitcoin. Nilai kepemilikan MARA meningkat hampir 120 persen selama setahun terakhir, mencerminkan tren positif yang lebih luas dalam pasar mata uang kripto.

 

Thiel juga menyarankan agar investor ritel, termasuk anak-anaknya, menyisihkan sejumlah kecil Bitcoin setiap bulan dan mengambil pendekatan investasi yang lebih fleksibel. "Selama dua, tiga, atau empat tahun, Bitcoin cenderung tumbuh, dan itulah yang dialami banyak orang, dengan Bitcoin cenderung naik antara 29 persen hingga 50 persen per tahun pada sebagian besar periode," ujar Thiel, dikutip dari Yahoo Finance, Selasa (7/1/2025).

 

Meski demikian, Thiel mengakui bahwa Bitcoin tetap merupakan aset yang sangat fluktuatif dibandingkan dengan investasi tradisional, yang bisa menjadi tantangan bagi sebagian investor.

Sumber: liputan6.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.